Kamis, 01 Agustus 2013

1001 Peribahasa Indonesia, Abjad C, D, E, dan G

Karena jumlahnya yang sedikit, akhirnya saya putuskan untuk dijadikan satu aja. biar hemat posting...




C


CABUT

1. Dianjak layu dicabut mati.
Artinya : Sudah tetap tak boleh diubah lagi, misalnya tentang pendirian atau keputusan.

CABE

2. Siapa makan cabe dialah berasa pedas.
Artinya : Barang siapa berbuat kesalahan, ialah sendiri yang akan menanggung hukumannya.

CABIK

3. Mencabik mudah, menjahit susah.
Artinya : Mudah mengadu domba seseorang, tetapi amatlah sukar untuk mendamaikannya kembali.

CARI

4. Seperti mencari kutu dalam ijuk.
Artinya : Sia-sia, tak ada gunanya.

CAMPUR

5. Bercampur dengan orang pemaling, sekurang-kurangnya jadi pencecak.
Artinya : Jika kita bercampur-gaul dengan orang jahat, lambat laun kita akan menjadi orang jahat juga.

CANDU

6. Seperti orang pemakan candu, dengan candu sampai mati.
Artinya : Seseorang yang telah lama mempunyai kebiasaan yang jelek sukar sekali untuk mengubah adatnya.

CACING

7. Cacing hendak menjadi ular naga.
Artinya : Orang yang hina-dina lagi miskin, meniru kelakuan orang yang mulia lagi kaya.

CEMPEDAK

8. Seorang makan cempedak, semua kena getahnya.
Artinya : Jika ada seorang saja yang berbuat kesalahan atau bernoda, maka seluruh kaum kerabatnya akan ikut terbawa-bawa dan menderita malu.

CEPAT

9. Terlalu cepat, jadi lambat.
Artinya : Sesuatu pekerjaan yang dikerjakan dengan tergopoh-gopoh/terburu-buru sering kali salah, sehingga tidak cepat dan benar, tetapi justru menghambat karena salah.

CERDIK

10. Siapa cerdik tinggi naik, siapa calak menang berhitung.
Artinya : Walaupun ia telah berbuat kesalahan dan yang dikatakan tida benar, tetapi karena pandainya ia memutar-mutar perkataan, akhirnya orang percaya kepadanya, bahwa ia tidak berbuat kesalahan dan perkataannya sungguh benar.

CERMIN

11. Jangan bercermin di air keruh.
Artinya : Janganlah terpengaruh oleh contoh yang buruk.

CECAK

12. Seorang dicecak, semuanya merasa pedih.
Artinya : Jika seorang dicelakakan orang lain, maka seluruh kaum kerabatnya menjadi marah kepada pengkhianat itu.

CINCIN

13. Seperti cincin dengan permata.
Artinya : Sesuai benar dalam segala hal-ihwalnya.

CUBIT

14. Siapa yang kena cubit, itulah yang merasa sakit.
Artinya : Barang siapa merasa sakit hatinya karena sindiran seseoarng, maka ialah sebetulnya yang bersalah atau yang tidak berkelakuan baik.

CONTOH

15. Mengambil contoh kepada yang sudah, mengambil tuah kepada yang menang.
Artinya : Pekerjaan dari waktu yang lampau yang telah memberikan hasil sebaik-baiknya, hendaklah dijadikan suri tauladan.

***

D


DAYUNG

16. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Artinya : Dalam suatu waktu yang bersamaan, dapat menyelesaikan dua tiga macam pekerjaan.

DALAM

17. Dalamnya laut boleh diduga, dalamnya hati siapa tahu.
Artinya : Tidak dapat kita ukur atau ketahui pikiran seseorang.

DAPAT

18. Mendapat sama berlaba, merugi sama kehilangan.
Artinya : Seia-sekata; sehina-semalu.

DARAH

19. Menjadi darah daging.
Artinya : Menjadi kebiasaan yang telah mendalam, sehingga sangat sulit untuk diubah lagi.
20. Orang yang berdarah putih.
Artinya : Orang keturunan bangsawan.

DATANG

21. Datang tampak muka, pergi tampak punggung.
Artinya : Datang dan pergi sebaiknya harus sama baiknya, dengan cara yang sopan dan santun.

DENGAR

22. Didengar ada, dipakai tidak.
Artinya : Tidak mempedulikan nasihat orang.

DUDUK

23. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.
Artinya : Agar sama-sama merasakan tanpa perbedaan.
24. Belum duduk belunjur dahulu.
Artinya : Belum tentu dapat memiliki sesuatu, tetapi anggapannya akan dapat mengusahakan terlebih dahulu.

DULANG

25. Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati.
Artinya : Orang-orang itu berlainan pikirannya, perasaannya, dan kehendaknya.
26. Bagai dulang dengan tudung saji.
Artinya : Seorang istri yang cantik wajahnya, kelihatannya sangat sepadan benar dengan tingkah lakunya(contoh).

DURI

27. Terasa-rasa bagai duri dalam daging.
Artinya : Hati selalu sakit oleh karena kata-kata yang melukainya.

DURIAN

28. Dapat durian runtuh.
Artinya : Dengan tanpa bersusah-payah terlebih dahulu, tiba-tiba mendapat keuntungan yang besar sekali.


***

E

EKOR

29. Seperti langau di ekor gajah.
Artinya : Menurutkan saja kehendak orang besar atau atasan.
30. Habis minyak sepasu, ekor anjing tiada akan lurus.
Artinya : Sukar benar memperbaiki orang jahat, karena jika ada kesempatan baginya untuk berbuat jahat, pasti akan mengulanginya lagi.

ELANG

31. Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar juga.
Artinya : Godaan setan itu akan terjadi bila laki-laki dan permpuan selalu berdekatan.
32. Seperti elang menyongsong angin.
Artinya : Gagah benar kelihatannya.

ELOK

33. Elok basa kan bakal hidup, elok budi kan bakal mati.
Artinya : Orang yang dikenal umum, baik budi bahasanya, akan tetap disayangi orang selama hidup dan sesudah ia meninggal.

EMAS

34. Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati.
Artinya : Budi bahasa yang baik tetap jadi kenang-kenangan, baik orangnya masih hidup, ataupun sudah meninggal.
35. Kalau ada beremas hidup, tiada beremas mati.
Artinya : Tak akan menderita kesukaran hidup, jika mempunyai penghasilan yang tetap.

ENGGANG

36. Enggang lalu, atal jatuh, anak raja mati ditimpanya.
Artinya : Orang lain yang berdosa, kita yang disangka atau didakwa dan menderita kesukarannya.
37. Yang enggang itu sama enggang juga, dan yang pipit itu sama pipit juga.
Artinya : Perjuangan itu baiknya yang setingkat atau sederajat.


***

G

 GADING

38. Tak ada gading yang tak retak.
Artinya : Tak ada sesuatu yang sempurna, walaupun hanya sedikit pasti ada cacatnya.
39. Semahal-mahalnya gading, kalau patah tiada berharga.
Artinya : Walaupun sangat tinggi derajatnya dan kemuliaannya seseorang, namun kehormatan itu akan turun dengan sendirinya, dikarenakan perbuatannya yang jahat.
40. Baru dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati.
Artinya : Tak mengindahkan lagi kepada sesuatu yang telah lama berguna atau berjasa, karena telah ada penggantinya yang lebih elok dan baik.

GAGAK

41. Bagai gagak menggonggong telur.
Artinya : Suaminya hitam, tetapi istrinya cantik sekali wajahnya(contoh).

GAJAH

42. Gajah mati karena gadingnya.
Artinya : Orang yang jadi binasa, karena perbuatannya yang jelek atau kelebihan harta bendanya.
43. Gajah berjuang sama gajah, pelantuk mati di tengah-tengah.
Artinya : Tiap kali raja atau orang-orang besar berselisih, akibatnya peperangan akan timbul dan rakyatlah yang akan menderita kesukarannya.
44. Gajah dikalahkan oleh pelanduk.
Artinya : Yang besar lagi berkuasa dapat dikalahkan oleh yang kecil lagi lemah.
45. Kalau gajah hendaklah dipandang gadingnya, kalau harimau hendaklah dipandang belangnya.
Artinya : Segala sesuatunya itu harus kita selidiki sendiri sebaik-baiknya, dan janganlah begitu saja percaya kepada perkataan orang lain yang belum tentu benar.
46. Gajah terdorong karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya.
Artinya : Oleh karena kekayaan atau kekuasaannya, orang besar itu sering mengatakan kata-kata yang tidak sepantasnya.

GAYUNG

47. Gayung bersambut, kata berjawab.
Artinya : Dengarkan terlebih dahulu kata-kata orang lain yang ditujukan kepada kita, sesudah itu baru kita memberikan jawaban atau tanggapan kepadanya.

GALI

48. Gunung pun kalau tiap hari digali, lama-kelamaan akan rata.
Artinya : Betapa pun banyaknya harta jika tiap hari diboroskan, lama-kelamaan akan habis juga.

GALAH

49. Bergalah hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau.
Artinya : Perbuatan apa saja yang sia-sia belaka, oleh orang yang berakal tentu ditertawakan habis-habisan.

GANJIL

50. Keluar tak ganjil, masuk tak genap.
Artinya : Orang yang tak terpandang dalam masyarakat, tak satu pun yang dapat dibuatnya.

GARAM

51. Seperti garam dengan asam.
Artinya : Sepadan, sesuai tentang perjodohannya.
52. Asam di gunung garam dilaut berjumpa dalam belanga.
Artinya : Jodoh dapat mempertemukan dua orang yang berjauhan tempat.
53. Membuang garam ke laut.
Artinya : Memberikan pertolongan kepada orang yang sama sekali tidak membutuhkan pertolongan kita.
54. Sayang garam secacah, busuk kerbau seekor.
Artinya : Karena takut untuk merugi, walaupun hanya sedikit saja, akhirnya mendapat kerugian yang besar.

GARUK

55. Belum berkuku hendak menggaruk.
Artinya : Belum mempunyai wewenang atau kekuasaan apa-apa, sudah mau mencari-cari kesalahan orang lain.

GEMUK

56. Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan.
Artinya : Orang yang tak mengindahkan sama sekali kepada kaum kerabatnya.

GENDANG

57. Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya.
Artinya : Sesuatu pekerjaan sebaiknya dikerjakan menurut bentuknya perintah.

GENGGAM

58. Barang tergenggam, terlepas.
Artinya : Barang yang telah ada pada kita, menjadi hilang.
59. Genggam-genggam bara, terasa hangat dilepaskan.
Artinya : Mengerjakan sesuatu yang dihentikan karena merasa sangat berat, sehingga tidak mencapai hasil yang dimaksud.

GIGI

60. Belum bergigi hendak mengunyah.
Artinya : Belum ada syaratnya sudah hendak melakukan sesuatu.
61. Gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga.
Artinya : Suami-istri, sanak-saudara kadang-kadang bercekcok juga.

GIGIT

62. Anjing yang menyalak tiada menggigit.
Artinya : Orang yang tampaknya galak, biasanya tak berbahaya.

GULA

63. Semanis-manisnya gula ada pasir didalamnya, sepahit-pahitnya mambu kelatnya menjadi obat.
Artinya : Kata-kata yang manis itu kadang-kadang mengandung tipu muslihat yang merugikan kepada kita dan kata-kata yang keras lagi pahit getir itu kadang-kadang berisi pendidikan atau kebajikan yang bermanfaat.
64. Hitam-hitam gula jawa.
Artinya : Walaupun kulitnya hitam, tetapi perempuan itu manis rupanya, sehingga warna kulitnya itu tidak merendahkan atau mengurangi kecantikannya.

GULAI

65. Gulai sedap nasi mentah, nasi sedap gulai mentah.
Artinya : Tidak memuaskan hati, karena tidak sempurna; ada saja kekurangan-kekurangannya.
66. Jikalau pandai menggulai, badar pun jadi tenggiri.
Artinya : Walaupun bahannya murah harganya dan alat-alat yang dipakai itu sederhana, namun karena yang mengerjakan itu orang yang serba berilmu, hasilnya akan memuaskan juga.

GUNUNG

67. Takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia.
Artinya : Suatu pekerjaan yang sudah tentu, hendaklah dikerjakan dengan tenang, tak usah tergesa-gesa, agar hasilnya menjadi baik.
68. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.
Artinya : Mempunyai cita-cita yang tinggi, kehendak yang banyak, tetapi tidak mampu untuk mencapainya.
69. Gunung yang tinggi pun akan runtuh, jika setiap hari di gali.
Artinya : Bagaimanapun banyaknya harta benda, tetapi jika setiap hari dikeluarkan, akhirnya akan habis juga.
70. Tak ada gunung yang tinggi yang tak dapat didaki, dan tak ada lurah yang dalam yang tak dapat dituruni.
Artinya : Usaha apa saja pasti akan berhasil, bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, mau bekerja keras, tekun, dan hati-hati.

GUNTING

71. Seperti menggunting dalam lipatan.
Artinya : Mengkhianati kawan sendiri secara diam-diam.

GUNTUR

72. Harapkan guntur dilangit, air di tampian dicurahkan.
Artinya : Karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar yang belum tentu berhasil, maka keuntungan kecil yang sudah tentu dilepaskan.

GURU

73. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Artinya : Contoh dari seorang guru yang jelek, akan mudah sekali dicontoh oleh muridnya, yang kemungkinan perbuatan murid itu tidak senonoh dan lebih besar dari kejelekkan guru tersebut.
74. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Artinya : Pelajaran apa saja, yang dikerjakan setengah-setengah, tak akan bermanfaat bagi kita.

GURUH

75. Tak ada guruh yang pada orang pekak, tak ada kilat pada orang buta.
Artinya : Orang yang sangat bodoh itu tidak tahu sama sekali tentang perkataan kias dan sindiran.


<<<<<<>>>>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar