Minggu, 28 Juli 2013

1001 Peribahasa Indonesia, Abjad B

Lanjutan dari artikel saya kemarin, kali ini giliran abjad B. Gunakan fungsi CTRL+F untuk mencari peribahasa yg di inginkan...


B


BADAK

1. Anak badak dihambat-hambat.
Artinya : Dengan sengaja mencari bahaya.
2. Seperti kulit badak.
Artinya : Tidak mempunyai perasaan.

BADAN

3. Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki.
Artinya : Walaupun diperintah dan dikuasai oleh orang lain, kita turuti saja, namun hati tetap bebas dan merdeka.
4. Biar badan penat, asalkan hati suka.
Artinya : Karena hati riang, lelah, dan payah mengerjakan sesuatu pekerjaan yang berat, namun tidak terasa.
5. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga.
Artinya : Walaupun kita sudah mati, kebajikan kita itu tidak mudah dilupakan orang lain.

BAHU

6. Tangan mencencang, bahu memikul.
Artinya : Karena kesalahan yang kita perbuat, kita akan menanggung akibatnya.
7. Memikul di bahu, menjunjung di kepala.
Artinya : Supaya beres, tak kurang sesuatu apapun, mengerjakan sesuatu itu harus menurut aturan tertentu, jangan sembarangan.

BAHAN

8. Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya.
Artinya : Besar kecilnya pengeluaran itu biasanya bergantung kepada besar kecilnya penghasilan.

BAHASA

9. Bahasa menunjukkan bangsa.
Artinya : Orang lain dapat mengetahui dan mengenal diri kita sebagai bangsawan atau bukan, karena dapat mengukur kita, dipandang dari sudut ; budi pekerti, tingkah laku, dan pengarai kita.
10. Ia membungkam dalam seribu bahasa.
Artinya : Sepatah kata pun tidak keluar dari mulutnya dan ia memegang rahasia erat-erat.

BAJAK

11. Dahulu bajak daripada jawi.
Artinya : Mengerjakan suatu pekerjaan dengan tidak menurut urutan yang lazim, yang penting tidak didahulukan.

BAJU

12. Mencabik baju di dada.
Artinya : Menceritakan keaiban diri sendiri atau kerabat kita sendiri, yang akibatnya kehormatan kita menurun.
13. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri.
Artinya : Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan, kebaikan atau derajat kita sendiri.
14. Bagai memakai baju dipinjam.
Artinya : Canggung nampaknya, kalau tingkah laku kita itu tidak sesuai dengan keadaan diri kita sendiri.

BAKAR

15. Bakar api ambil abunya.
Artinya : Ejekan kepada orang yang permintaannya tak terkabul; barang yang mustahil.
16. Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Artinya : Lazimnay jarang sekali orang mengindahkan kesusahan orang lain, bukan karena kurang perhatian, tetapi kesusahan atau kesedihannya itu tak nampak.

BALAM

17. Memikat balam dengan balam.
Artinya : Mendapatkan sesuatu dengan sebangsanya, balam dengan balam pula dan orang jahat dengan orang jahat pula.
18. Bagai balam dengan kititiran.
Artinya : Selalu berselisihan , tak dapat bersatu padu.

BALING

19. Bagai baling-baling di atas bukit.
Artinya : Tidak tetap pikirannya selalu dapat dipengaruhi oleh orang lain.

BAMBU

20. Seperti pohon bambu ditiup angin.
Artinya : Bagus tingkah lakunya, halus budi-bahasanya lagi pula tetap pendiriannya, tak mudah dipengaruhi oleh orang lain.

BANDAR

21. Bandar terbuka dagangan murah, badan susah tua.
Artinya : Keinginan kita datangnya pada waktu yang tidak tepat.

BANGKIT

22. Seperti membangkitkan ular tidur.
Artinya : Mengungkit-ungkit perkara yang sudah terlupakan, sehingga timbul perselisihan.

BANGKAI

23. Menjemur bangkai di atas bukit.
Artinya : Menceritakan keaiban diri sendiri atau kerabat kepada orang lain.

BANGAU

24. Setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap ke kubangan juga.
Artinya : Walaupun ke mana juga kita pergi/merantau di negeri orang, akhirnya akan kembali ke tempat asal juga.
25. Bangau, bangau minta aku leher, badak, badak minta aku daging.
Artinya : Iri hati terhadap orang lain, yang lebih daripada kita; misalnya: kekayaannya, tingkahnya, dsb.

BANYAK

26. Banyak habis, sedikit sedang.
Artinya : Uang yang banyak itu akan hilang juga, habis terpakai. Dan uang yang sedikit itu akan mencukupi.

BAWAH

27. Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir.
Artinya : Jangan sombong, sebaiknya selalu rendah hati.

BANTAL

28. Lepas bantal berganti tikar.
Artinya : Karena istrinya telah meninggal, maka laki-laki itu akan kawin lagi dengan saudara atau kerabat istrinya yang telah wafat itu.

BAU

29. Baunya setahun pelayaran.
Artinya : Amat sangat baunya.
30. Sepandai-pandainya membungkus, yang busuk berbau juga.
Artinya : Sehati-hatinya menyimpan rahasia suatu kejahatan, akhirnya akan terbongkar juga.
31. Bau busuk tiada berbangkai.
Artinya : Celaan-celaan yang tidak benar, karena tidak terbukti.
32. Jauh bau bunga, dekat bau tahi.
Artinya : Sanak saudara yang berdekatan sering kali berselisihan tetapi jika sudah berjauhan sayang-menyanyangi.

BASAH

33. Sepala-pala mandi, biarlah basah.
Artinya : Jangan tanggung-tanggung dalam bekerja.
34. Mandi tak basah (Rendam tak basah)
Artinya : Tak berani mengerjakan sesuatu apapun.

BAPA

35. Bapa burik, anaknya tentu rintik.
Artinya : Sedikit banyak sifat orang tua itu akan menurun juga pada anaknya.

BARA

36. Bagai terpijak bara hangat.
Artinya : Orang yang gelisah, karena terganggu pikirannya atau ditimpa kemalangan.
37. Jangan digenggam seperti bara, rasa hangat dilepaskan.
Artinya : Karena suatu pekerjaan itu terasa berat, lagi sukar, maka ditinggalkannya pekerjaan itu.

BAYANG

38. Bayang-bayang sepanjang badan.
Artinya : Perbuatan sendiri harus sesuai dengan kekuatan diri kita sendiri.
39. Bayang-bayang disangka tubuh.
Artinya : Mengharapkan sesuatu yang belum pasti akan diperoleh atau berhasil.
40. Tengah tapak bayang-bayang.
Artinya : Tepat tengah hari, pada waktu matahari setinggi-tingginya.

BATAS

41. Berjalan sampai batas, berlayar sampai ke pulau.
Artinya : Mengerjakan atau mengusahakan sesuatu, hendaklah harus sampai kepada hasil yang dimaksud.

BATANG

42. Ada batang, cendawan tumbuh.
Artinya : Di mana kita berada, di sanalah kita dapat rezeki.
43. Menggolek batang terguling.
Artinya : Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang mudah sekali.
44. Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masam.
Artinya : Jika dapat menyadap harta orang ia bergembira, tetapi jika orang lain dapat menipu hartanya, marahlah ia.

BATU

45. Batu bulat tak bersanding.
Artinya : Orang yang berani, tak takut pada siapa pun juga.
46. Batu kecil berguling naik, batu besar berguling turun.
Artinya : Tadinya ia hina-papa, karena kekayaannya maka ia menjadi orang yang mulia. Tadinya ia mulia dan bangsawan, karena kemiskinannya ia menjadi orang yang hina.
47. Patah batu hatinya.
Artinya : Tidak mau menyelesaikan pekerjaannya, karena kemauannya sudah habis sama sekali.

BAWA

48. Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa.
Artinya : Kebiasaan buruk dari kecil akan sukar dihilangkan setelah dewasa.
49. Seperti kucing dibawakan lidi.
Artinya : Sangat ketakutan.
50. Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surut.
Artinya : Ambil yang benar, buang yang salah atau yang buruk.

BEBAN

51. Ibarat beban, lepas dari bahu.
Artinya : Masih tetap jadi tanggunggan kita.
52. Seberat-berat beban, laba jangan ditinggalkan.
Artinya : Walaupun terasanya sangat berat menyelesaikan sesuatu pekerjaan itu, tetapi kalau keuntungannya besar, kita harus bekerja sungguh-sungguh untuk menyelesaikannya.

BEDIL

53. Menjual bedil kepada lawan.
Artinya : Berbuat sesuatu yang bodoh dan akhirnya dapat merugikan diri sendiri.

BELAH

54. Retak menanti belah.
Artinya : Perselisihan yang sudah mendalam, sedikit lagi hubungan akan putus.

BELAKANG

55. Belakang parang pun jika di asah akan tajam.
Artinya : Orang yang bodoh pun jika rajin dan tekun belajar niscaya akan pandai dan pintar.

BELALANG

56. Belalang telah menjadi elang.
Artinya : Karena kekayaannya, yang tadinya orang hina-papa, maka sekarang ia jadi orang yang mulia lagi pandai.

BELACAN

57. Bagai belacan dikerat dua, yang pergi busu, yang tinggal anyir.
Artinya : Suatu hal yang akan menimbulkan keaiban kepada kedua belah pihak.

BELUKAR

58. Dari semak ke belukar.
Artinya : Meninggalkan tempat yang jelek dan pindah ke tempat yang buruk.

BELUT

59. Seperti belut pulang ke lumpur.
Artinya : Jika kita telah pulang ke tempat sendiri dan merasa senang di sana, tentu tak akan pergi lagi.
60. Licin bagai belut.
Artinya : Tak akan mudah ditipu orang lain karena cerdiknya.
61. Seperti belut kena ranjau.
Artinya : Orang yang licin dapat ditipu orang.

BENANG

62. Sehari selembar benang, lambat laun sehelai kain.
Artinya : Biar sedikit-sedikit kalau dikerjakan tiap-tiap ahri, lama-lama hasilnya pun akan banyak juga.
63. Seperti menegakkan benang basah.
Artinya : Suatu pekerjaan yang sia-sia; tak mempunyai kemungkinan bisa dikerjakan.

BENIH

64. Jika benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau.
Artinya : Orang yang berketurunan baik, bekerja dalam lapangan pekerjaan apapun juga akan mendapatkan kemuliaan dan kemajuan.

BERANI

65. Barang siapa berani mengamang, tak dapat tidak berani melawan juga. (Berani pegang berani tanggung)
Artinya : Bukan saja berani bertengkarnya, tetapi bersedia juga berkelahinya.
66. Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati.
Artinya : Beranilah mengerjakan sesuatu, jangan bimbang. Kemungkinan maksud akan tercapai.
67. Berani malu takut mati.
Artinya : Berani berbuat sesuatu yang dilarang, yang kemudian disesalinya.

BERAS

68. Seperti beras lembah, dijual tak laku, ditanak tak mual.
Artinya : Sesuatu yang tidak berharga, karena sangat jeleknya.

BERAT

69. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Artinya : Susah dan senang sama-sama dirasakan; seia sekata.
70. Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Artinya : Bagaimanapun beratnya melihat, lebih berat tanggungan orang yang mengerjakannya.

BESAR

71. Besar pasak daripada tiang.
Artinya : Besar pengeluaran daripada pendapatan.
72. Sudah besar maka hendak melanda.
Artinya : Karena sudah berkuasa, hendak berbuat sewenang-wenang.
73. Berudu besar di kubangan, buaya besar di lautan.
Artinya : Tiap-tiap orang dihormati dan disegani di lingkungannya masing-masing.

BESI

74. Memegang besi panas.
Artinya : Mengerjakan sesuatau dengan perasaan takut dan cemas/khawatir.

BETINA

75. Baik jadi ayam betina supaya selamat.
Artinya : Supaya selamat tak kurang sesuatu apapun, tidak memperlihatkan kesombongannya, kangkuhannya.

BETIS

76. Diberi betis hendak paha.
Artinya : Tak ada puasnya, diberi sedikit minta yang banyak; diberi yang banyak, minta semuanya.

BETUNG

77. Betung bulat tak bersegi, pipit jantan tak bersarang.
Artinya : Bebas, tidak terikat oleh sesuatu apa pun.
78. Bagai membelah betung.
Artinya : Tidak adil, karena yang satunya ditekan ke bawah dan satunya diangkat ke atas.

BIBIR

79. Bibir saya bukan diretak panas.
Artinya : Apa yang saya katakan itu benar.

BIJI

80. Tertanam biji hampa.
Artinya : Usaha yang sia-sia, tak menghasilkan sesuatu apapun.
81. Menanam biji di atas batu.
Artinya : Pengajaran, peringatan atau nasihat, yang kita berikan kepada orang lain, terbukti sia-sia belaka.

BIDUK

82. Biduk lalu kiambang bertaut.
Artinya : Sesudah berselisih, kamu keluarga itu bersatu padu kembali. Dan kita yang mencampuri urusan mereka menjadi malu.
83. Biduk satu, nakhoda dua.
Artinya : Ada dua pemimpin, sehingga pekerjaan tidak lancar, karena ada kehendak atau perintah yang berlainan.
84. Seperti biduk dikayuh hilir.
Artinya : Mau mengerjakan sesuatu, lalu disuruh orang lagi, tentu saja mengerjakannya itu dengan gembira.
85. Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri.
Artinya : Kalau terbukti salah, berpikirlah dahulu sebelum bertindak, supaya dapat melanjutkan pekerjaan tadi dengan selamat.

BIANG

86. Biang menanti tembuk.
Artinya : Hubungan yang sudah renggang sekali, hampir putus.

BIAWAK

87. Seperti lidah biawak.
Artinya : Orang palsu, suka memihak kepada kawan ataupun lawan.

BIDAN

88. Jikalau beranak ikut kata bidan.
Artinya : Jika kita menderita kesukaran dan membutuhkan nasihat dan pertolongan orang, tentu harus menurut kepadanya.
89. Beranak tiada bidan.
Artinya : Menderita kesusahan karena kebodohan.

BILANG

90. Berbilang esa, mengaji dari alif.
Artinya : Mengerjakan sesuatu itu harus dari permulaannya, baru berangsur-angsur, hingga selesai.

BINATANG

91. Binatang tahan palu, manusia tahan kias.
Artinya : Kalau perlu, binatang itu harus dipukul supaya menurut. Sedangkan untuk manusia tidak perlu dipukul, cukup dengan kata-kata yang halus dan berisi saja.

BINGUNG

92. Yang bingung makanan yang cerdik, yang tidur makanan yang jaga.
Artinya : Yang bodoh dan kurang waspada, mudah sekali terkena tipu. Dan yang tidur nyenyak, mudah sekali kecurian

BINI

93. Hilang bini boleh dicari, hilangbudi badan celaka.
Artinya : Kehilangn istri, jika telah kawin lagi meka tertolonglah ia. Tapi jika tidak berakal, akan diganggu oleh pikiran yang jahat, sehingga akan lebih celaka.

BINTANG

94. Bintang di langit dapat dibilang, tetapi orang dimukanya tidak sedar.
Artinya : Dapat mengetahui kesalahan dan kekurangan orang lain, tetapi tidak dapat merasakan dan menginsafi keaiban sendiri.

BISA

95. Pisau senjata tiada bisa, bisa lagi mulut manusia.
Artinya : Kata-kata yang melukai, lebih menyakitkan hati daripada tikaman pisau belati.
96. Alah bisa ole karena biasa.
Artinya : Kita dapat mengerjakan sesuatu dengan lancar karena sering kali mengerjakan pekerjaan tersebut.

BUAH

97. Seperti makan buah si Malakama, dimakan ibu mati, tak dimakan ayah mati.
Artinya : Diletakkan dalam keadaan sulit, tak ada yang dapat dipilih.
98. Buah yang masak tergantung tinggi, akan dijolok penggalan singkat, akan ditingkat batangnya licin.
Artinya : Meningkat keadaan yang serba kurang, tak mungkin berhasil mencapai cita-cita yang tinggi.
99. Sebab buah dikenal pohonnya.
Artinya : Tingkah laku, budi-bahasa, dan pengarai seseorang dapat dijadikan ukuran oleh kita untuk menentukan ketinggian budinya.
100. Buah yang manis berulat dalamnya.
Artinya : Kata-katanya manis bagaikan madu, tetapi hatinya sangat busuk
101. Di mana buah masak, di situ burung banyak tampil.
Artinya : Banyak sahabat dan kenalan keluar masuk rumah kita, kalau nasib sedang baik. Dalam hal ini akan menambah harta dan benda.

BUAYA

102. Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai juga.
Artinya : Tak perlu mengajar atau memberi tahu kepada orang yang sudah tahu.
103. Takkan terlawan buaya menyelam air.
Artinya : Tidak mungkin si miskin bersaingan dengan si kaya dalam mengeluarkan uang.
104. Adakah buaya menolak bangkai?
Artinya : Jika ada kesempatan, orang jahat itu pasti akan berbuat kejahatan pula.

BUAT

105. Berbuat baik pandai-pandai, berbuat jahat jangan sekali.
Artinya : Kebajikan kerjakanlah secukup-cukupnya, tetapi kejahatan singkirkanlah sejauh-jauhnya.

BUDI

106. Sebab budi boleh kedapatan.
Artinya : Jatuh kehormatannya, karena tingkah lakunya yang jelek.

BUDAK

107. Bagai budak sapu ingus.
Artinya : Orang yang mendapat malu di muka orang banyak dalam suatu rapat atau pertemuan.
108. Bukan budak-budak makan pisang.
Artinya : Bukan orang yang dapat dipermainkan.
109. Membekali budak lari.
Artinya : Merugi dua kali.

BUIH

110. Kalau pandai meniti buih, selamat badan ke seberang.
Artinya : Betapa sukarnya pekerjaan, yang kita kerjakan, tetapi bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan hati-hati, pasti akan selesai dan menguntungkan.

BUKIT

111. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Artinya : Ilmu dan harta yang kita kumpulkan dengan sabar dan rajin, lambat laun akan menjadi banyak.
112. Bukit jadi paya, paya jadi bukit.
Artinya : Nasib manusia tidak tetap; ada kalanya yang hina-dina miskin, secara tiba-tiba menjadi mulia dan kaya dan juga sebaliknya.

BULAN

113. Seperti si Cebol merindukan bulan (peribahasa lama).
Artinya : Orang yang mencita-citakan sesuatu yang mustahil dapat dicapainya.
114. Bagai bulan kesiangan.
Artinya : Perawan yang pucat mukanya atau wajahnya, karena kurang tidur.
115. Bagai bulan empat belas.
Artinya : Muka dari seseorang perempuan yang bundar dan berseri-seri.
116. Seperti bulan dengan matahari.
Artinya : Perjodohan yang sesuai atau ideal.
117. Seperti kejatuhan bulan.
Artinya : Mendapat keuntungan atau kemuliaan yang sangat besar.
118. Siang bagai hari, terang bagai bulan.
Artinya : Sudah terang sekali, tak ada yang disangsikan lagi.

BULAT

119. Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat.
Artinya : Segala pekerjaan akan baik hasilnya, jika dirundingkan terlebih dahulu.

BULU

120. Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lain.
Artinya : Tiap-tiap orang itu tentu saja berlainan kehendak dan pikirannya.

BULUH

121. Menebas buluh serumpun.
Artinya : Merusak binasakan seluruh kaum kerabatnya.

BUMI

122. Terban bumi tempat berpijak, putus tali tempat bergantung.
Artinya : Telah tiada, orang tempat menggantungkan hidup. Misalnya ditinggal mati ayah dan ibu.
123. Bagai bumi dengan langit.
Artinya : Jauh sekali selisihnya.
124. Jadi bumi langit.
Artinya : Seseorang yang selalu jadi harapan kita, karena ia dapat menolong dan memberi nasihat pada diri kita.
125. Bumi mana yang tiada kena hujan.
Artinya : Seorang pun tak ada yang belum pernah membuat kesalahan walaupun hanya satu kali.
126. Bumi dipijak, langit dijunjung.
Artinya : Mengerjakan dan menjunjung tinggi segala perintah dan nasihat.

BUNGA

127. Seperti bunga, sedap dipakai layu dibuang.
Artinya : Manusia itu ada kalanya benci pada kekasihnya. Atau dapat diartikan juga, semasa masih baik dan diperlukan disanjung-sanjung, setelah tidak baik dan kurang berguna dibuang begitu saja.
128. Bunga yang harum itu ada juga durinya.
Artinya : Tak ada sesuatu yang sempurna, tiap-tiap sesuatu pasti ada cacatnya walaupun hanya sedikit.
129. Di mana bunga yang kembang, di situ kumbang yang banyak.
Artinya : Di tempat seorang gadis yang cantik, biasanya berkumpul banyak pemuda.

BURUNG

130. Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.
Artinya : Karena sangat mengharapkan keuntungan yang besar yang belum tentu dapat dimilikinya, melepaskan keuntungan yang kecil yang telah ada padanya.
131. Ibarat burung, mata lepas badan terkurung.
Artinya : Terjamin dan terpelihara, tetapi kebebasan untuk bergembira ira tak ada.
132. Membadai burung atas langit, merendah diharap jangan.
Artinya : Janganlah mengharapkan sesuatu, yang tak mungkin dapat dicapai.
133. Burung gagak itu, jikalau dimandikan dengan air mawar sekalipun, tidak akan menjadi putih badannya.
Artinya : Orang yang jahat itu tak dapat diperbaiki hanya dengan nasihat saja.

BUSUK

134. Tak ada busuk yang berbau.
Artinya : Perbuatan yang jahat bagaimanapun juga dirahasiakan akhirnya akan ketahuan juga.

BUTA

135. Seperti si buta baru melihat.
Artinya : Orang yang hina-papa, lagi miskin sekali, sekarang menjadi tamak karena menjadi mulia dan kaya raya.
136. Seperti orang buta kehilangan tongkat.
Artinya : Dalam keadaan yang sulit, tak tahu akal untuk menolong diri.

Jumat, 26 Juli 2013

1001 Peribahasa Indonesia, Abjad A

Artikel ini saya nukil dari buku "1001 Peribahasa Indonesia". Terbitan Buperin Solo, cetakan tahun 1981. Beberapa peribahasa sudah saya edit, karena memiliki arti yang sama atau sudah pernah muncul di abjad/kata kunci sebelumnya. Gunakan fungsi CTRL+F, untuk menemukan peribahasa yang dicari.


A



ABU

1. Kalah jadi abu, menang jadi arang.
Artinya : Yang kalah dan yang menang sama-sama merugi.
2. Sudah jadi abu arang.
Artinya : Sudah rusak sama sekali.
3. Sebagai abu di atas tunggul.
Artinya : Sulit sekali, mudah jatuh.
4. Berdiang di abu dingin.
Artinya : Minta pertolongan kepada orang yang miskin.\
5. Mengelabui mata orang.
Artinya : Menipu atau membuat bodoh orang.

ADA

6. Ada gula, ada semut.
Artinya : Dimana ada kesenangan atau keuntungan, disana banyak orang yang datang/menghampiri.
7. Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.
Artinya : Bersama-sama berbahagia dan bersama-sama menderita.
8. Asal ada kecil pun pada.
Artinya : Apa yang ada pada kita, walaupun sedikit, cukuplah dan bermanfaatlah.
9. Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan.
Artinya : Uang simpanan kita harus kita pakai kalau sangat perlu, karena sudah tidak mempunyai mata pencaharian/penghasilan lagi.
10. Harap pada yang ada, cemas pada yang tidak.
Artinya : Orang yang kurang sabar.
11. Tak ada tolak angsurnya.
Artinya : Tak mau mengalah sedikit pun.

ADAT

12. Adat teluk timbunan kapal.
Artinya : Kepada yang pandai kita bertanya dan kepada yang kaya kita meminta atau meminjam.
13. Adat gunung tempatan kabut.
Artinya : Bersama-sama berbahagia dan bersama-sama menderita.
14. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam.
Artinya : Orang muda haruslah sabar, jika merindukan/menginginkan sesuatu. Dan orang tua haruslah sabar, jika ditimpa berbagai macam kemalangan.
15. Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung.
Artinya : Segala sesuatu harus dikerjakan menurut adat cara atau kebiasaan yang berlaku.
16. Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk.
Artinya : Sukalah tolong-menolong dalam menghadapi berbagai macam kesukaran hidup.
17. Adat rimba raya, siapa berani ditaati.
Artinya : Manusia yang tidak mempergunakan akalnya, hanya mempergunakan kekerasan atau kepuasan saja.
18. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah.
Artinya : Hendaklah kita hidup menurut adat yang baik.

AIR

19. Nan lurah jua dituruti air.
Artinya : Biasanya orang kaya juga, yang bertambah kaya.
20. Air beriak tanda tak dalam.
Artinya : Banyak cakapnya, tetapi tidak banyak pengetahuannya.
21. Air susu dibalas dengan air tuba.
Artinya : Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
22. Air besar batu bersibak.
Artinya : Bila ada mara bahaya tiap-tiap orang biasanya mencari kaumnya atau bangsanya masing-masing.
23. Tambah air tambah sagu.
Artinya : Kalau tambah pekerjaan, maka bertambah pula penghasilannya.
24. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam.
Artinya : Tak enak makan dan minum, karena hati sangat terganggu.
25. Air yang dingin juga yang dapat memadami api.
Artinya : Orang yang sedang marah dan panas hati, dapat menjadi tenang kembali, karena kata-kata nasihat yang lemah lembut.
26. Air tenang menghanyutkan.
Artinya : Sedikit percakapannya, tetapi banyak pengetahuannya.
27. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
Artinya : Biasanya tingkah laku dari seorang anak itu mencontoh dari orang tuanya.
28. Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya.
Artinya : Pendiam itu jangan disangka seorang penakut atau dapat dipermainkan begitu saja, justru sebaliknya.
29. Air sama air kelak menjadi satu, sampah itu ke tepi juga.
Artinya : Orang-orang yang berselisih di dalam lingkungan sanak saudara sudah baik kembali, tetapi kita yang ikut campur akan mendapat malu.
30. Bagai air di daun talas.
Artinya : Tidak mempunyai kehendak yang tetap.
31. Bagai kambing dihalau ke air.
Artinya : Sangat kecewa, karena harus mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai.
32. Bermain air basah, bermain api letup.
Artinya : Pekerjaan apa saja, yang baik atau yang buruk, akan mendatangkan ganjaran atau hukuman.
33. Menepuk air di dulang, mata juga kena pacaknya.
Artinya : Kita akan merugi sendiri, jika kita menceritakan keaiban kaum keluarga kita kepada orang lain.
34. Adakah dari telaga yang jernih, mengalir ke air yang keruh?
Artinya : Biasanya orang-orang yang baik, mengeluarkan kata-kata yang baik pula.
35. Air pun ada pasang surutnya.
Artinya : Keadaan orang yang tidak tetap, ada kalanya senang ada kalanya susah.
36. Sambil menyelam minum air.
Artinya : Mengerjakan suatu pekerjaan, diselesaikan pula pekerjaan yang lain.
37. Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi.
Artinya : Seseorang yang sedang sengsara, tiba-tiba diberi pertolongan.
38. Bakarlah air ambil abunya.
Artinya : Menghendaki sesuatu yang mustahil akan kita peroleh (mengandung ejekan).
39. Membasuh muka dengan air liur.
Artinya : Seseorang yang hendak memperbaiki kesalahannya dengan cara yang hanya memperbesar nodanya.

AJAL

40. Sebelum ajal berpantang mati.
Artinya : Maut itu kuasa Tuhan dan ditentukan juga oleh-Nya.

AJAR

41. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi.
Artinya : Belajarlah sungguh-sungguh, jangan tanggung-tanggung.

AKAR

42. Telah berurat berakar.
Artinya : Telah menjadi kebiasaan, tak bisa diubah lagi.
43. Mencabut harus dengan akar-akarnya.
Artinya : Membasmi kejahatan itu hendaklah sampai habis/tuntas.
44. Akal harus berpulas tak patah.
Artinya : Orang pandai tak akan habis akalnya, sekalipun ia ada dalam kesusahan.
45. Seperti bergantung pada akar lapuk.
Artinya : Mengharapkan bantuan dari orang yang tak punya kuasa/wewenang.
46. Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya.
Artinya : Seluruh bawahannya pasti akan menyerah, jika pemimpinnya sudah ditaklukkan.

AKAL

47. Lubuk akal, tepian ilmu.
Artinya : Kaum cerdik pandai, tempat kita bertanya atau meminta petunjuk.
48. Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba.
Artinya : Tak ada yang terus sempurna, harus berangsur-angsur.

AKU

49. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang.
Artinya : Selama masih pandang-memandang manis mulutnya, tetapi di belakang punggung amat busuk perkataannya.

ALAH

50. Alah membeli, menang memakai.
Artinya : Walaupun harganya lebih tinggi dari semestinya, tetapi dapat dipakai lebih lama.
51. Alah bisa karena biasa.
Artinya : Sesuatu pekerjaan itu menurut kebiasaannya.

ALAS

52. Menjadi alas bubur.
Artinya : Kita yang menanggung kejelekannya.

ALIM

53. Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang yang jahil.
Artinya : Tidur orang alim itu dengan kebajikan jua, puasa orang pasik itu dengan kejahatan.

ALU

54. Bagai alu pencungkil duri.
Artinya : Mengerjakan sesuatu yang sukar didapat.
55. Alu patah lesung hilang.
Artinya : Ditimpa kemalangan terus-menerus.

ANAK

56. Belum beranak sudah ditimang.
Artinya : Keuntungan yang belum pasti didapat, sudah dilagak-lagakkan/dipamerkan.
57. Kecil teranja-anja besar berubah tidak.
Artinya :Kelakuan buruk dari masa kanak-kanak, biasanya terbawa sampai dewasa.
58. Anak baik menantu molek.
Artinya : Mendapat bermacam-macam keuntungan.
59. Kecil-kecil anak, kalau sudah besar menjadi otak.
Artinya : Ketika anak kita masih kecil, lucu tingkah lakunya dan kita kasih sayang kepadanya, tetapi setelah menjadi besar, tindakannya tidak senonoh sehingga menyusahkan kita.
60. Belum beranak sudah berpesan.
Artinya : Belum berhasil untuk mendapatkan sesuatu, tetapi hati sudah beranggapan demikian.
61. Rusak anak oleh menantu.
Artinya : Uang kita yang diberikan kepada seornag anak yang dikasihi, telah dihabiskan olehnya.
62. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan.
Artinya : Orang lain dipelihara baik-baik, tetapi kaum kerabat sendiri tidak dipedulikan.
63. Kasihan anak tangan-tangankan, kasihan bini tinggal-tinggalkan.
Artinya : Awal akhir kita akan sesalkan perbuatan kita, karenaa anak dan istri yang sangat kita sayangi dan manjakan itu menjadi angkuh.

ANJING

64. Bagai anjing menyalak di ekor gajah.
Artinya : Seorang yang hina papa melawan seorang yang mulia lagi berkuasa, tentu tidak akan dapat menang.
65. Bagai anjing beranak enam.
Artinya : Sangat kurus tubuhnya.
66. Seperti anjing berebut tulang.
Artinya : Orang yang bersifat tamak dalam berebutan mencari rezeki.
67. Seperti anjing dengan kucing.
Artinya : Selalu berselisih dan bertengkar.
68. Seperti anjing kepala busuk.
Artinya : Orang yang dikenal jahat, kemana ia pergi dan dimana ia berada, pasti akan selalu dihina-hinakan orang saja.
69. Seperti anjing beroleh bangkai.
Artinya : Seorang yang rakus dengan mudahnya mendapatkan sesuatu benda.
70. Anjing galak babi berani.
Artinya : Sama-sama berani.
71. Anjing mengulangi bangkai.
Artinya : Seorang pelacur yang mengulangi perempuan jahat.
72. Anjing diberi makan nasi, bilakan kenyang?
Artinya : Tak ada faedahnya kita berbuat kebajikan kepada orang yang jahat.
73. Anjing itu meskipun dirantai dengan rantai emas sekalipun, niscaya berulang-ulang juga ke tempat najis.
Artinya : Orang yang jahat itu berulang-ulang akan mengulangi kejahatannya, walaupun telah sering kali mendapatkan nasihat.
74. Anjing itu dipukul sekalipun, akan tetap berulang juga ke tempat yang banyak tulangnya.
Artinya : Orang yang rakus atau jahat itu, akan tetap mengulangi lagi kejahatannya, tanpa rasa malu atau takut kepada hukuman.
75. Melepaskan anjing tercepit, sesudah lepas dia menggigit.
Artinya : Mendapat kesusahan dari orang yang sudah kita tolong, karena ia tak tahu membalas budi.
76. Seperti anjing menggonggong tulang.
Artinya : Orang yang berdaya upaya untuk mendapatkan harta benda oang lain, karena lobanya. Daripada berhasil, ia sendiri yang kehilangan harta bendanya yang telah ada.


ANGAN-ANGAN

77. Angan lalu, paham tertumbuk.
Artinya : Menurut teori dapat dikerjakan, tapi sukar, akhirnya kehilangan akal memikirkannya.
78. Angan-angan mengikat tubuh.
Artinya : Pikiran yang banyak menyusahkan diri kita sendiri.
79. Angan-angan menerawang langit.
Artinya : Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi.

ANGIN

80. Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam.
Artinya : Tidak mungkin merahasiakan hal-hal yang sungguh-sungguh ganjil.
81. Ke mana angin yang deras, ke situ condongnya.
Artinya : Orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap, biasanya mengekor saja kepada orang yang pandai.
82. Kalau tiada angin bertiup, takkan pokok bergoyang.
Artinya : Orang-orang menjadi tahu dan menuduh kepada kita, karena perbuatan yang salah atau jahat dari kita.
83. Tahu diangin turun naik.
Artinya : Mengetahui benar kepada perubahan keadaan yang akan menyusahkan atau menyenangkan.
84. Angin berputar, ombak bersabung.
Artinya : Hal yang amat sukar dan tidak mudahdiselesaikan, karena banyak sangkut-pautnya.
85. Ia berkepala angin.
Artinya : Ia tak berpengetahuan atau bodoh.
86. Kabar angin.
Artinya : Kabar yang kurang jelas.
87. Makan angin.
Artinya : Menghirup udara baik untuk kesehatan badan.
88. Ada angin baik.
Artinya : Ada harapan beruntung.

ANGUS

89. Angus tiada berapi, karam tiada berair.
Artinya : Sangat sedih, karena ditimpa kemalangan yang besar.

ANTAN

90. Antan patah lesung hilang.
Artinya : Ditimpa kemalangan yang banyak.
91. Bagai antan pencukil duri.
Artinya : Mengerjakan sesuatu yang tidak akan menghasilkan apa-apa.

AUR

92. Bagai aur dengan tebing.
Artinya : Hidup rukun dan damai.
93. Aur ditanam betung tumbuh.
Artinya : Mendapatkan keuntungan yang besar, lebih dari semestinya.

API

94. Api padam puntung berasap.
Artinya : Perkaranya sudah beres, tetapi kemudian terjadi lagi.
95. Kalau tak ada api, masakan ada asap.
Artinya : Kalau tiada kesalahan yang dilihat orang, masakan akan dituduh.
96. Bagai api dengan asap.
Artinya : Tidak terpisah, karena kasih sayangnya yang sudah sangat besar.
97. Meletakkan api di bubungan.
Artinya : Seseorang dengan sengaja mencari sesuatu yang berbahaya bagi keselamatan dirinya, karena terdorong oleh keinginan, hendak menjadi orang yang ternama.
98. Seperti api dalam sekam.
Artinya : Kejahatan atau dendam yang tidak kelihatan karena disembunyikan.
99. Seperti api makan lalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
Artinya : Karena lemah dan miskinnya, tidak dapat berdaya apa-apa terhadap bencana yang menimpa dirinya.
100. Semangatnya berapi-api.
Artinya : Kemauannya meluap-luap.

APUNG

101. Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
Artinya : Seia-sekata, atau sehina-semalu.

ARANG

102. Arang habis besi binasa, tukang kerja penat saja.
Artinya : Sesuatu hal yang tidak menguntungkan bahkan hanya merugikan saja.
103. Terpijak benang arang, hitam tapak.
Artinya : Perbuatan yang jahat, buruk akibatnya.
104. Arang di muka.
Artinya : Mendapat malu.
105. Arang itu jika dibasuh dengan air tawar sekalipun, tiada akan putih.
Artinya : Sia-sia belaka, menasihati atau memperbaiki orang yang sifatnya jahat atau dholim.

ASAM

106. Asam di darat, ikan di laut, bertemu dalam belanga.
Artinya : Berlainan negerinya, tetapi karena jodoh, akhirnya bersatu juga.

ASAP

107. Menggantung asap, mengukir langit.
Artinya : Pekerjaan atau cita-cita yang sia-sia belaka.
108. Tungkunya tak berasap.
Artinya : Perihal orang yang miskin, yang tak bisa menanak nasi.

ATAP

109. Atap ijuk, perabung upih.
Artinya : Tidak bagus kelihatannya, jika hal yang bagus dan jelek dicampur-adukkan.

ATAS

110. Jangan melihat keatas, melihat ke bawah.
Artinya : Jangan memperbandingkan orang kaya dengan kita.

AWAK

111. Awak menangis diberi pisang.
Artinya : Sedang bersedih hati, lalu dibujuknya, tentu saja hatinya senang kembali.
112. Awak sakit, daging menimbun.
Artinya : Pura-pura kekurangan uang, padahal uang itu berkelbihan, sehingga dapat menyimpan.

AYAM

113. Ayam ditambat disambar elang, ikan dipanggang tinggallah tulang.
Artinya : Nasib yang sangat malang.
114. Seperti anak ayam kehilangan induknya.
Artinya : Menderita kesusahan, karena ditinggalkan oleh pemimpinnya.
115. Bagai ayam dimakan tungau.
Artinya : Tidak sehat badannya, kurus dan pucat wajahnya.
116. Bagai ayam bertelur di padi.
Artinya : Hidup senang tidak kekurangan sesuatu apapun.
117. Asal ayam hendak ke lesung, asal itik hendak ke pelimbahan.
Artinya : Sukar berubah, tentang tabiat selalu kembali kepada kebiasaan yang buruk.
118. Seciap bagai ayam, sedencing bagai besi.
Artinya : Seia-sekata, sehina-semalu.
119. Ayam bertelur di atas padi mati kelaparan.
Artinya : Selalu menderita karena kekurangan, walaupun penghasilannya cukup besar.
120. Menerka ayam di dalam telur.
Artinya : Menentukan dengan pasti sesuatu hal, yang tidak dapat ditentukan terlebih dahulu.
121. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang bertambang tulang.
Artinya : Sesuatu hal yang diketahui oleh masyarakat, karena terang dan jelasnya.
122. Ayam hitam terbang malam, hinggap ke rimba dalam, bertali ijuk bertambang tanduk.
Artinya : Sesuatu hal kejahatan yang belum terbongkar. Walaupun kabar-kabar tentang kejahatan itu sudah nampak, tetapi sukar benar untuk menunjuk pelaku-pelakunya dengan pasti.
123. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun, ke hutan juga perginya.
Artinya : Betapa senangnya dan berbahagianya di perantauan, namun negeri asal kita tak mudah kita lupakan.

AYUN

124. Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat.
Artinya : Selama hidup janganlah berhenti belajar.



Sementara abjad A dulu. Kapan-kapan dilanjutkan ke abjad-abjad selanjutnya...