Senin, 03 Agustus 2015

SOCCERIOR : Pencarian Jati Diri Petr Cech sebelum Menjadi Penjaga Gawang.



Petr Cech sebetulnya tak pernah bercita-cita sebagai penjaga gawang. Namun, sebuah kecelakaan telah mengubah jalan hidupnya.
____________________________________________________________________________________________

MASIH DIPERCAYA : Petr Cech mengangkat tropi Emirates Cup (26/7).(sportscabal.com)

Bermain sebagai penjaga gawang, mungkin hanya dilakukan Petr Cech ketika musim dingin melanda Plazen, sebuah kota di bagian barat Republik Ceska. Itu pun bukan sebagai kiper di sebuah permainan sepak bola. Tapi, Cech kecil yang masih berusia 7 tahun saat itu hanya menjadi penjaga gawang di hoki es.
Posisi itu dia tinggalkan ketika masuk ke sebuah klub lokal sepak bola di Plazen, Skoda Plazen atau yang sekarang dikenal dengan nama FC Viktoria Plazen. Cech memilih bermain di posisi winger kiri atau penyerang.
"Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi penjaga gawang,: ujar Cech saat wawancara di Arsenal Magazine. Pandangan Cech kemudian berubah setahun setelah dia bergabung dengan Plazen. Itu pun karena ketidaksengajaan. Saat itu timnya membutuhkan penjaga gawang untuk suatu pertandingan.
Sementera itu, dari stok pemain, tidak ada satu pun yang berpotensi menjadi kiper. "Pelatih saya kala itu langsung menunjuk saya. Kamu harus mencobanya, begitu yang dia katakan. Saya hanya bisa menjawab, kalau saya hanya mau melakukannya untuk satu laga itu saja, tidak untuk berikutnya," kenang dia.

Ternyata, debut Cech sebagai kiper sepak bola cukup memuaskan. Itulah yang mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat di ofisial Plazen. Pelatih kepala ingin Cech kembali ke posisi winger. Sebaliknya, pelatih kiper meminta Cech untuk berlatih bersama penjaga gawang. "Makanya, sampai setahun awal, saya kadang main sebagai winger, kadang juga sebagai pemain di bawah mistar. Bergantung siapa dulu lawannya," lanjut dia.

Tiga tahun kemudian, sebuah kecelakaan menimpa Cech. Kecelakaan itu pula yang mengubah nasib dan posisi kiper timnas Republik Ceska itu. Cech mengalami cedera patah tulang di kakinya dan cedera itu membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan. Dengan demikian, otomatis dia tidak bisa lagi dimainkan sebagai pemain di posisi winger.
"Saya bahkan tidak mampu berlari. Menjadi penjaga gawang itu berarti saya bisa duduk, bisa berbaring, menangkap bola, dan tetap berguna dalam latihan. Itulah yang kemudian jadi perbedaan terbesar dalam hidup saya. Setelah itu, saya menegaskan diri untuk tetap main di posisi penjaga gawang," cetus pemain bertinggi 196 sentimeter tersebut.
Sebuah keputusan yang tidak salah. Apalagi ketika dia dipercaya menjadi orang terakhir di pertahanan Chelsea pada musim panas 2004. Bersama The Blues-julukan Chelsea- Cech menjadi orang Ceska kedua yang mampu mengangkat tropi Premier League, setelah winger Manchester United, Karel Poborsky, pada musim 1996-1997.
Bahkan, pemain berjuluk Mr Perfect itu melebihi prestasi Poborsky dengan 4 kali juara Premier League. Terakhir, dia memberi Chelsea juara pada musim lalu dengan mencatat 5 clean sheet dari 7 caps. Nah, karena gerah hanya menjadi cadangan Thibaut Courtois, Cech pun memutuskan berpisah dengan Chelsea musim panas ini.

Bermain di klub berbeda, menurut Cech, yang dibutuhkan hanya mempelajari kerja sama dengan pemain belakang. Jika di Chelsea sudah merasa klop dengan John Terry, di Arsenal dia harus mematangkan kerja sama dengan pertahanan Arsenal yang dikoordinasi Per Mertesacker.
Dia siap untuk banyak berteriak mengatur penjagaan pemain belakang Arsenal, terutama saat harus bersua lagi melawan Chelsea di Community Shield malam nanti. "Saya yakin, jika terorganisasi, dan fokus. Peluang untuk menggalang pertahanan yang lebih baik jauh lebih besar. Organisasi tim yang paling utama," paparnya.

Keputusan bergabung dengan Arsenal diakui Cech jauh dari perkiraan banyak pihak. Cech juga menegaskan bahwa dirinya tak menyimpan dendam terhadap Jose Mourinho. Sebaliknya, dilansir dari Daily Mail, bukan Mourinho penyebab dia hengkang.
Melainkan adanya persamaan filosofi dengan Arsene Wenger.
Wenger pun mengakui bahwa Cech memang ingin bergabung dengan Arsenal. Keinginan itu disambut dengan tangan terbuka. Pasalnya, dengan usia 33 tahun, Wenger menilai Cech masih bisa memberikan kontribusi selama 3 atau 4 musim mendatang.

Pelatih asal Perancis itu mengatakan, performa Cech merupakan kombinasi 3 aspek, yakni kualitas, kelincahan, dan postur tubuh. "Makanya, Cech pun cocok dengan sepak bola Inggris. Di sini dia akan seperti Edwin Van der Sar. Dia (Van der Sar, Red) hengkang menuju Manchester United saat usianya memasuki kepala tiga dan menuai sukses di Premier League," puji Wenger.



SUMBER : Jawa Pos, 2 Agustus 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar