Senin, 09 Februari 2015

CERPEN : Merak yang Congkak






Burung merak mempunyai bulu yang indah. Tidak mengherankan jika seluruh binatang menyukainya. Hampir setiap hari binatang-binatang lain menyanjungnya. Sehingga merak menjadi bangga karena sanjungan itu. Lama-kelamaan merak menyadari bahwa derajatnya lebih tinggi dibanding dengan binatang-binatang lain. Hal inilah yang membuat merak menjadi sombong dan congkak.

Kecongkakan itulah yg mengubah tingkah lakunya sehari-hari. Merak yang semula pendiam, kini lebih suka berpidato. Suaranya yang memang merdu itu telah membuat semua binatang makin menyukainya. Dan merak pun semakin melambung hatinya. Bicaranya semakin dibuat-buat dengan maksud agar para pendengarnya terpesona. Sekelumit berita bisa menjadi panjang bila merak yang menceritakan. Apalagi bila dirasanya pendengarnya tampak tertarik. Merak akan bercerita panjang lebar dengan tambahan di sana-sini supaya lebih menarik walaupun banyak kebohongan didalamnya. Untuk mengatakan sesuatu ia selalu memulainya dengan berbelit-belit. Sehingga tak jarang membuat pendengarnya bahkan tidak tahu.

      Pada suatu hari merak bertemu dengan seekor tikus. Ia berkata kepada tikus itu, ”Dua puluh empat jam sebelum detik kita berjumpa lagi ini, saya bertemu dengan sesuatu. Sesuatu itu pasti membuatmu takut!”
   “Apakah sesuatu yang kamu maksudkan sehingga membuatku takut?”tanya tikus.
  “Sesuatu itu adalah binatang. Matanya bercahaya bila malam hari. Bulunya loreng-loreng gelap. Taringnya setajam harimau. Binatang itu gemar sekali makan daging tikus. Bila lapar mengeong….!”
      “Ala, tak usah berbelit-belit. Katakan saja kamu kemarin bertemu dengan kucing, habis perkara!” sahut tikus.
      “Bicaralah dengan singkat dan tepat! Ingat, pergunakan waktumu jangan berbicara saja. Waktu adalah belajar,” sambung tikus seraya pergi meninggalkan merak yang terbengong-bengong.




Dari “Eska Kecil”
Kak Siti         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar