Selasa, 03 Mei 2016

Teropong IPTEK: Sulap dan Dunia Imajinasi...

Dunia imasjinasi, dunia fantasi berhubungan erat dengan dunia sulap. Kadang kala, sulap, intrik atau sejenisnya yang tidak nyata-nyata terjadi itu, tak sekadar hiburan semata. Ada beberapa pesulap terkenal yang mampu mengemas dunia sulap menjadi sajian yang menarik, seperti nyata.
Menurut catatan, pesulap-pesulap di dunia modern ini hanyalah mengembangkan trik bukannya menciptakan trik sulap yang hebat. Mulai dari trik sulap sederhana hingga ke yang sulit sekali pun mereka dapat melakukannya. Berikut di antaranya:

1. Jean Eugene Robert-Houdin.

(sumber gbr: houdinimuseum.wordpress.com)

Robert-Houdin lahir di Perancis dan membawa sebuah aliran magik baru yang disebut "salon-magic". Magik yang dibawanya adalah gabungan antara ilusi dan alat-alat berat yang canggih untuk melakukan trik magik, digabungkan dengan teknik kecepatan tangan yang brilian. Ia termasuk magisian yang revolusioner, karena kali pertama memperkenalkan kostum "jas formal" di atas panggung. Sebelumnya, magisian selalu identik dengan jubah panjang khas Merlin dan kotak peralatan besar dan berat. Salah satu show-nya yang paling terkenal adalah saat ia melakukan trik menangkap peluru di Algeria. Untuk membuktikan bahwa magik modern Eropa jauh lebih spektakuler dari magik primitif Afrika.

2. Harry Houdini.

(sumber gbr: pinterest.com)

Lahir di Elrich-Weiss, Houdini lebih dikenal sebagai seorang Escapologist yang sangat brilian. Escapologist adalah kemampuan untuk meloloskan diri dari berbagai trik sulap yang bahaya. Salah satu trik Houdini yang paling terkenal adalah "Water Chamber", yang juga dimainkan oleh Rizuki di final the Master season 3. Selain memainkan berbagai trik escapologist yang sangat gemilang, Houdini juga tampil di berbagai film drama dan komedi. Houdini diyakini sebagai pionir magisian yang mampu membawa dunia magik ke dunia entertainment.

3. Doug Henning.

(sumber gbr: superradnow.wordpress.com)

Doug Henning adalah magisian asal Kanada yang pertama kali mengenakan pakaian t-shirt dan celana jins di atas panggung. Meninggalkan kostum formal yang biasa dipakai magisian di periode sebelumnya. Ia dikenal karena kemampuannya untuk menggabungkan magik dan seni. Di atas panggung, Henning tak hanya mempertontonkan magik, tapi juga seni tari, seni musik, dan komedi. Henning meninggal dunia di tahun 2001 karena kanker.

4. David Copperfield.

(mymagic.com)

David Copperfield muda mulai tampil di atas panggung pada pertengahan tahun 1970-an, dan dikenal sebagai magisian yang flamboyan dan tampan. Saat magisian lain masih melakukan trik menghilangkan asisten di atas panggung, Copperfield melakukan trik menghilangkan berbagai objek yang luar biasa besar. Salah satunya yang paling terkenal adalah show-nya saat menghilangkan Patung Liberty di tahun 1976. Selain itu, ia juga pernah melakukan trik-trik hebat lain, yakni menghilangkan pesawat Jet Orient, terbang di Grand Canyon, dan berjalan menembus tembok besar Cina.
Saking hebatnya, banyak orang yang menganggap Copperfield bekerja sama dengan jin. Padahal yang ia lakukan adalah memanfaatkan teknologi modern semaksimal mungkin.

5. Val Valentino.

(sumber gbr: noticiasderolandia.com.br)

Dikenal juga sebagai "magisian bertopeng" (masked magician). Valentino adalah seorang magisian yang membongkar trik-trik luar biasa magisian lain dalam sebuah acara tv di Fox TV. Konon, Valentino saat ini masih menyembunyikan identitas aslinya, untuk menghindari para magisian yang marah dan kecewa karena tindakannya itu.
Namun, hal-hal yang dilakukan Valentino di tv dipercaya mampu meningkatkan apresiasi dan ketertarikan masyarakat awam pada dunia magik. Valentino selalu mengatakan, bahwa ia membuka trik magik untuk "mendorong" magisian lain untuk mencari trik baru yang benar-benar fresh dan berkualitas, demi kemajuan dunia magik.

6. David Blaine.

(sumber gbr: biography.com)

David Blaine dianggap sebagai salah seorang magisian yang pertama kali menyesuaikan diri dengan selera masa kini di era globalisasi. Ia tampil sangat santai dan membawa magik dari atas panggung, turun ke jalanan (street show). Show yang ia bawakan tidak hanya terfokus pada sang magisian semata, namun lebih kepada reaksi penonton saat menyaksikan sebuah magik show berlangsung.



SUMBER: Jawa Pos | Radar Mojokerto, 13 Desember 2015.