Senin, 11 Januari 2016

CINEMOVIES: The Big Short: Dinamika Krisis Finansial Amerika...

RATING: 8,2 (IMDB); 8,7 (Rotten Tomatoes).

(gbr: imdb.com)

TRAILER-NYA:
 







Mengangkat kisah nyata di balik fenomena krisis perekonomian terparah Amerika Serikat pada 2007-2008, The Big Short (2015) berhasil menuai pujian, bahkan memborong empat nominasi Golden Globe Awards 2016. Lucunya, film dengan bahasan serius dan susah dipahami orang awam itu termasuk dalam nominasi Best Motion Picture-Musical/Comedy di ajang tersebut.
Dibintangi jajaran aktor luar biasa seperti Brad Pitt, Ryan Gosling, Steve Carell, dan Christian Bale, film yang diadaptasi dari cerita novel dengan judul sama karya Michael Lewis itu dikemas sebagai film komedi oleh sutradara Adam McKay. Film tersebut mampu membuat penonton paham dengan sistem perekonomian, aktivitas finansial, dan Wall Street dengan menarik tanpa mengurangi kompleksitas materinya. Pada tahap itu, McKay harus meracik cerita yang kental dengan hukum ekonomi dan meleburnya menjadi film yang mudah dicerna.
"A docu-tramady (dokumenter-tragedi, drama, komedi, Red). Memang agak sulit menjelaskan genre film ini. Tapi, banyak hal lucu yang membuatnya masuk dalam kategori komedi," ujar McKay kepada Entertainment Weekly. Jadi seberapa "lucu" film itu?

Menceritakan tren ekonomi pada 2005, di mana penjualan properti, khususnya rumah, di Amerika Serikat yang tumbuh sangat pesat karena adanya hipotek berbunga rendah atau MBS (mortgage backed securities) dan CDO. Saat semua bank ramai-ramai berinvestasi di sektor tersebut, seorang banker genius Michael Burry (Christian Bale) menemukan keganjilan dan memprediksi munculnya krisis beberapa tahun lagi.
Di sisi lain, perusahaan yang dipimpin Mark Baum (Steve Carell) mulai menebak fenomena itu sejak pemilik Deutsche Bank, Jared Vennett (Ryan Gosling) membeberkan fakta pasar perumahan di AS. Lalu, pada akhirnya, ramalan Burry, Baum, dan Vennett menjadi kenyataan. Banyak perusahaan keuangan dan bank yang bangkrut karena krisis ekonomi tersebut. Akibatnya, perekonomian kolaps. Masyarakat harus kehilangan rumahnya karena tidak bisa membayar kreditnya. Para banker pun mencari solusi untuk menyelamatkan perusahaan masing-masing.

Meski dijejali istilah finansial yang asing didengar seperti mortgage, obligasi, CDO, dan lainnya, penonton tetap bisa mencerna maksudnya lewat trik-trik sang sutradara saat mengemas film tersebut. Misalnya, dengan bantuan teks penjelasan yang di-highlight di layar, tokoh semi-narator Jared Vennett, dan analogi-analogi sederhana yang dijelaskan tokoh cameo dalam scene terpisah. Unsur komedi satire khas McKay menjadikan film itu menarik.
"Tak ada yang lebih pas daripada menertawakan kesalahan dan kebodohan di masa lalu. Aku berusaha membuat informasi dan keseruan film ini balance," tambah McKay dilansir dari Vulture.
Tak hanya menghibur, film tersebut juga sedikit membongkar fakta dibalik fenomena itu. Lewat film tersebut, McKay beranggapan bahwa CDO merupakan bentuk korupsi terbaru.
Film The Big Short tidak hanya memberikan komedi, namun juga tambahan wawasan mengenai krisis ekonomi. Overall, film tersebut dapat mengobati kangen terhadap film berbau perbankan seperti The Wolf of Wall Street (2013).


PARA BANKER:

1. Michael Burry | Christian Bale.
Satu-satunya karakter dengan identitas sama seperti tokoh aslinya. Awalnya, Michael Burry adalah ahli bedah syaraf yang beralih menjadi manajer keuangan. Christian Bale harus berguru pada si tokoh asli, Michael Burry dalam perbincangan nonstop selama 9 jam.(gbr: iflist.com)










2. Jared Vennett | Ryan Gosling.
Karakter Jared Vennett berdasarkan tokoh asli Greg Lippmann, seorang mantan trader Deutsche Bank. Menceritakan situasi ekonomi dengan gaya humor menjadi tantangan untuknya. Gosling juga "rela" memakai wig dan memucatkan tone kulitnya untuk peran tersebut.(gbr: kanyetothe.com)






3. Mark Baum | Steve Carell.
Carell berperan sebagai Mark Baum yang berdasar tokoh asli Steve Eisman. Pembawaan yang protagonis dan mudah ngambek menjadi kelucuan tersendiri. Untuk memahami cerita The Big Short, Carell bahkan membaca dua kali novel karya Michael Lewis itu.(gbr: townnews.com)










4. Ben Hocket | Brad Pitt.
Dalam The Big Short, dia berperan sebagai Ben Hocket, trader senior. Dia mengaku kesal dengan industri keuangan yang tidak berpihak pada masyarakat kelas bawah. "Banyak orang yang tertipu dengan kondisi ini. Bisnis seperti ini belum banyak berubah," ungkapnya.(gbr: biography.com)










DATA FILM:

Sutradara: Adam McKay.
Produser: Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Kevin J. Messick, Brad Pitt.
Penulis: Charles Randolph, Adam McKay.
Adaptasi dari: Buku The Big Short karya Michael Lewis.
Pemeran: Ryan Gosling, Christian Bale, Steve Carell, Brad Pitt, Finn Wittrock, John Magaro.
Musik: Nicholas Britell
Sinematografi: Barry Ackroyd.
Studio: Plan B Entertainment, Regency Enterprises.
Distributor: Paramount Pictures.
Durasi: 130 menit.
Rilis: 23 Desember 2015 (USA), 13 Januari 2016 (Indonesia).





TAHUKAH KAMU?


- Dalam film The Big Short (2015), sutradara Adam McKay menjadikan penyanyi Selena Gomez dan aktris asal Australia Margot Robbie sebagai cameo yang berinteraksi dengan penonton. Padahal, dua artis itu cukup jauh dari genre film dengan tema ekonomi. Selain dua aktris tersebut, Michael Burry asli menjadi cameo dalam salah satu scene di salah satu kantor.

- The Big Short, merupakan film pertama Adam McKay yang membahas krisis ekonomi. Film itu juga menjadi satu-satunya film bergenre drama yang pertama McKay sutradarai. Tak seperti film garapan McKay sebelumnya, The Big Short tak dibintangi komedian Will Ferrell. Sebelumnya, komedian yang terlibat dalam film Daddy's Home (2015) itu terlibat kasting untuk film tersebut.

- Untuk seting gedung perusahaan investasi Lehman Brothers yang bangkrut pada 2008, tim produksi merombak lobi kantor Departemen Pelayanan Keuangan New York di Manhattan. Set dibuat sangat mirip dengan bekas kantor Lehman Brothers. Demi menyesuaikan set pada 2000-an, film itu menggunakan teknologi yang populer saat itu seperti telepon genggam Nokia dan Blackberry.



SUMBER: Jawa Pos, 8 Januari 2016.