Rabu, 21 Oktober 2015

ANIMASTER: Gob and Friends, Film Animasi Surabaya yang Raih Dua Piala IFTA 2015...

Namanya cukup sederhana, Hompimpa Animation Studio. Namun, karya mereka jangan dipandang sebelah mata. Kumpulan animator asal Surabaya itu mampu membuat film yang berujung penghargaan di kancah nasional.
_______________________________________________________________________________________________________________________________

Karya Anak Bangsa: Delapan karakter dalam kartun animasi Gob and Friends.(maknews.id)

Pernah menonton kartun animasi Masha and the Bear, Spongebob, atau Larva? Tingkah figur di dalam film-film tersebut memang lucu dan menggemaskan. Karakter semacam itu pula yang akan kita dapatkan ketika menonton Gob and Friends. Lucu, gambarnya sangat jernih, dan gerakan yang terbentuk begitu halus.
Ya, kartun animasi besutan Hompimpa Animation Studio itu sudah bisa disejajarkan dengan produk yang diimpor dari mancanegara. "Kami sudah menggarap beberapa proyek. Dua terakhir ya Gob and Friends itu," ujar Manajer Produksi Hompimpa Animation Risma Suherja.

Gob and Friends sejatinya merupakan kartun animasi yang ingin menampilkan kelucuan anak-anak dalam rekaan karakter hewan.
Ada delapan karakter inti dalam film yang disajikan melalui serial web tersebut. Mereka adalah Gob, Jeki, Ben, Pak Gori, ChaCha, Mrs Neil, Wak Kura, dan Bebi. Semuanya ditampilkan dalam bentuk hewan kartun yang sengaja dibikin tidak terlalu mirip dengan aslinya.
"Biarkan penonton menebak karakter-karakter itu mewakili bentuk hewan apa," ujar Risma.
Namun, kalau dilihat, Gob sebenarnya mirip anak kerbau. Jeki jelas-jelas potret buaya, Ben adalah bebek, dan Pak Gori tentu saja gorila. Cha-Cha, kalau tidak salah, mirip kucing betina. Mrs Neil adalah kudanil, Wak Kura merupakan kura-kura, dan Bebi mirip anak bebek.

Tingkah mereka, khususnya Gob, diadopsi dari kelucuan dan keusilan anak-anak balita. Dalam episode Golf, misalnya. Gob berusaha merayu Jeki agar dizinkan ikut bermain golf. Jeki yang digambarkan sebagai sosok egois dan temperamental itu merasa terganggu. Sebisanya dia mengusir Gob dengan trik culas.
"Ambil bola itu," kata Jeki kepada Gob setelah memukul bola golf sejauh-jauhnya. Ternyata Gob mampu mengambil bola dengan sangat cepat dan kembali ke dekat Jeki. Adegan itu terjadi berulang-ulang sampai akhirnya Jeki mencari cara lain untuk menyingkirkan Gob. "Lakukan gerakan ini seratus kali," ujar Jeki kepada Gob sambil mengayunkan stik golf. Harapannya, Gob akan lelah dan tidak lagi mengganggu.
Di luar dugaan, Gob langsung menjadi pegolf super. Memanfaatkan batu yang dibungkus kertas, pukulan Gob selalu tepat sasaran. Aplaus pun datang dari teman-teman mereka, Jeki akhirnya jadi keki.
Di episode lain, Gob tampak kebingungan mencari paku. Tiba-tiba dia melihat paku menonjol di kursi yang sedang diduduki Jeki. Dicabutlah paku itu hingga Jeki jatuh terjengkang dari kursi. "Itulah kepolosan Gob," jelas Risma.

Gob and Friends hanyalah satu di antara sekian film animasi yang dibuat Hompimpa. Sebelum film lucu tersebut muncul di internet, Hompimpa yang lahir pada 2012 itu memproduksi film animasi Crazy Bird. "Itu proyek awal kami," kata Risma.
Namanya baru belajar, Risma dan 10 anggota tim Hompimpa mengakui bahwa proyek itu tidak begitu berhasil. Namun, mereka menjadikannya sebagai dasar komunikasi kerja sama. Selain Risma, tim tersebut beranggotakan Mizan, Vicky, Zaverio, Alfian, Wildan, Ervandianto, BIlal, Hebs, Bika dan Dawam.

Salah satu film yang digadang-gadang menjadi andalan adalah Knight of Damascus. Namun, saat ditawarkan ke televisi, film tersebut ditolak. Dari situlah tim Hompimpa merasa bahwa cerita yang terlalu dewasa, seperti kisah perang di Jerusalem, tidak begitu menarik minat masyarakat. Berawal dari penolakan itu, karakter Gob yang sebelumnya memang pernah dirancang dihidupkan kembali.
Pada mulanya sudah ada 22 episode yang diproduksi. Perinciannya, 15 episode siap tayang dan sisanya belum diberi musik. Idenya pun didapat dari cerita sehari-hari yang ada di masyarakat. Tim Hompimpa merasa cerita-cerita hewan paling dekat dengan anak-anak. "Ketika anak kecil melihat ikan, mereka seneng banget," kata Risma.

Memang, tidak semua episode menyampaikan pesan moral di akhir cerita. Tapi, selalu ada budaya lokal yang diangkat. Misalnya, permainan tradisional, becak, sampai mangkuk berlogo ayam jago yang khas sekali. "Orang luar negeri nggak akan bermasalah dengan itu," jelas lulusan design product ITS tersebut.
Hal itu bertujuan, Gob and Friends tidak hanya dinikmati orang-orang Indonesia, tapi juga masyarakat di seluruh dunia. "Tidak berarti internasional tak lokal dan lokal berarti tidak internasional," imbuhnya.

Gob and Friends juga pernah ditawarkan ke stasiun TV nasional. Tapi, lagi-lagi tim Hompimpa harus menghadapi penolakan. Kalaupun ada yang tertarik menayangkan, per episode dihargai rendah. "Selama ini stasiun televisi itu lebih prefer yang buatan luar," ujar Direktur Hompimpa Animation Mizan.
Meski belum mendapatkan kesempatan berkompetisi secara fair, Hompimpa tidak berhenti berkreasi. Mereka tetap berkarya meski menelan biaya miliaran rupiah. "Kami menggunakan motion capture dengan hanya menggunakan total 25 orang di tim," beber Mizan.

Upaya keras itu akhirnya berbuah manis. Saat mengikuti Popcorn Asia 2015, tim Hompimpa bertemu dengan orang perfilman yang menyarankan mereka mengikuti Indonesia Film Trailer Awards (IFTA) 2015. "Ada yang meyakinkan kami bahwa IFTA betul-betul pure dan para nomine tidak dipungut biaya," cerita Mizan. "Senengnya adalah kita bersanding dengan karya-karya yang terbaik dari Indonesia," ujar Risma.

Bergengsi: Daftar penerima penghargaan dalam ajang IFTA 2015. Film animasi garapan Hompimpa Studio juga termasuk diantaranya.(indonesiantrailer.com)

IFTA adalah penghargaan di bidang film yang didedikasikan khusus untuk trailer-trailer. Orang-orang di balik IFTA yang terdiri atas para sutradara, editor, komposer, sampai produser film meyakinkan bahwa trailer adalah unsur penting dalam pemasaran sebuah film. Total ada sembilan penghargaan yang dibagikan IFTA pada tahun pertamanya.

Trailer-trailer film sekaliber The Raid 2, Tabula Rasa, dan Comic 8 pun ikut bersaing. "Kami bersanding dengan The Raid saja, film kami kayak apa coba?" ucap Risma dengan nada masih tidak percaya.
Di event yang malam penganugerahannya dilaksanakan pada 3 September lalu, Gob and Friends akhirnya mendapatkan penghargaan Best Project Trailer dan Audience Favorite.


FILM ANIMASINYA:

(1st Trailer)

(2nd Trailer)

(English Trailer)

(Knight of Damascus Trailer)


(Gob and Friends Episode Golf)



SUMBER: Jawa Pos, 7 September 2015.