Selasa, 20 Oktober 2015

SOCCERIOR: Bebe dan Kisahnya Kini Bersama Rayo Vallecano...

Masih ingat Bebe? Dia adalah pemain yang dibeli Manchester United pada 2010. Dari pemain tidak jelas, tiba di klub elite, kemudian gagal memenuhi ekspektasi. Bagaimana nasibnya kini?
__________________________________________________________________________________________________

Pindah-pindah Klub: Bebe saat diperkenalkan sebagai pemain baru, pinjaman dari Benfica selama semusim. Rayo Vallecano merupakan klub ke sembilan yang dibela Bebe dalam kurun waktu 6 tahun.(dailymail.co.uk)

Kala bergabung ke Old Trafford, Bebe membuat pecinta sepak bola penasaran. Pemain bernama lengkap Tiago Manuel Dias Correia itu, dibeli dari Vitoria de Guimaraes dengan banderol GBP 7,4 juta atau sekitar Rp 154 miliar.
Biasanya masyarakat yang melek internet saat ini, ketika penasaran akan pemain, langsung googling dan mengarah ke Wikipedia sebagai ensiklopedi dunia maya. Eh, ternyata data tentang Bebe sama sekali tidak ada. Benar-benar pemain yang tidak diketahui.

Fakta itu membuat orang semakin penasaran seperti apa bakat yang dimiliki Bebe. Apalagi, dengan reputasi Sir Alex Ferguson yang terbiasa mendatangkan bintang muda yang melejit pada masa depan, semua fans menanti debut Bebe.
Ternyata hasilnya mengejutkan. Soal transfer itu, bahkan Bebe sendiri kaget. Hingga sekarang, dia masih heran. "Selama sepekan itu aku mengira semua ini hanya lelucon. Aki kira mereka berusaha menggodaku," kata Bebe kepada Daily Mail saat ditemui Jumat (15/10).

Wajar Bebe shock. Sebab, sejak lahir, dia penuh dengan "kebingungan". Lahir dari pasangan imigran Cape Verde, Fransisco dan Deolinda, 12 Juli 1990, sejak kecil Bebe dibuang oleh orang tuanya. Akhirnya dia diasuh oleh sang nenek hingga berusia 12 tahun. Kemudian, pengadilan memerintahkan penanganan Bebe kepada gereja.
Dia pun pindah ke tempat penampungan Casa do Gaiato di Santo Antao do Tojal, sekitar 20 km dari Lisbon. Menghabiskan masa kecil sebagai anak yatim piatu, Bebe bermain bola bersama dengan akademi Loures. Bersama dengan tujuh temannya, mereka mendapat undangan untuk bermain bersama dengan tim CAIS pada European Steet Football Festival di sebuah kota di Bosnia-Herzegovina bernama Foca pada 2009.
Singkat kata, selepas menempa pendidikan dengan Louresm Bebe pun mendapat kontrak sebagai pemain profesional dengan klub kasta ketiga (waktu itu kasta kedua), Estrela da Amadora pada musim panas 2009. Namun, tidak lama setelah itu Amadora terkena masalah finansial yang membuat satu per satu pemainnya angkat koper dari klub berjuluk Si Bintang tersebut. Bebe termasuk salah seorang di antara mereka.
Mantan agennya, Goncalo Reis, pernah mengungkapkan bahwa awalnya Bebe ditawarkan ke seluruh klub di Eropa dengan nilai transfer GBP 125 ribu (sekitar Rp 2,6 miliar). Namun, karena tidak ada yang mau, Reis memilih menggratiskan Bebe.

Raksasa Belanda, PSV Eindhoven pada Mei 2010, kabarnya sempat tertarik kepada striker bertinggi 190 cm itu. Namun, karena minimnya informasi yang mereka dapat, PSV akhirnya mengurungkan niatnya. Bebe pun terkatung-katung hingga akhirnya Vitoria de Guimaraes mengontraknya. Belum sempat membela klub itu, dia direkrut United.
"Aku sangat terkejut," ucapnya. "Aku hanya bermain di divisi ketiga dan tiba-tiba tim terbesar dunia menginginkanku? Itu nggak normal. Aku ingat ketika rekan setim dan keluargaku meneleponku karena ingin tahu apa yang terjadi." papar Bebe.

Fergie -sapaan Sir Alex Ferguson- sebenarnya juga tida terlalu tahu performa Bebe. Dia bahkan baru bertemu dengan Bebe sehari sebelum proses trasnfer. Adalah mantan asistennya, Carlos Queiroz, yang memberikan rekomendasi kepada Fergie.
"Ferguson melihatku dan berkata bahwa aku adalah anak berbakat. Dia merasa dapat mengubahku menjadi pemain hebat. Dia lansung berusaha untuk menangani temperamen dan berusaha memberiku semangat," jelasnya.

Bebe mengungkapkan, pindah ke Inggris membuat dirinya mengalami cultural shock. Salah satu di antaranya, soal gaya hidup. Jika dahulu harus berbagi kamar bersama 15 anak di Gaiato, dia kini menempati sebuah flat dengan biaya sewa GBP 12 ribu (sekitar Rp 250 juta) per pekan.
Bahasa juga menjadi kendala lain karena dia sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Untungnya, ada Luis Nani dan Ander da Silva yang sama-sama berbicara bahasa Potugis.
Meski begitu, Bebe toh gagal menunjukkan penampilan impresifnya. Selama musim pertama, dia hanya turun di 7 laga serta mencetak dua gol. Musim kedua lebih buruk. Tidak pernah semenit pun dia bermain. Karena itu, Fergie memilih untuk meminjamkan dia ke sejumlah klub Benua Biru.
Besiktas (Turki) serta dua klub Primeira Liga Rio Ave serta Pacos de Ferreira dijajalnya dalam dua musim. Bersama Pacos-lah Bebe merasakan menit bermain lebih banyak dalam 39 laga dan mencetak 14 gol.

Melihat Bebe lebih moncer di tanah airnya, United pun "memulangkan" dia dengan menjualnya ke Benfica musim lalu. Namun, tetap saja dewi fortuna tidak berpihak kepadanya. Hanya satu kali Bebe turun yang berimbas lagi-lagi harus berstatus pinjaman ke Segunda Division Liga Spanyol, Cordoba. Setelah itu, dia memulai petualangan baru di Primera Division dengan memperkuat Rayo Vallecano.
Bebe pun mengharapkan klub yang kini menghuni peringkat ke-15 klasemen sementara itu bisa tertarik sehingga mau memermanenkan dirinya. Hingga kini, dia sudah menjalani enam pertandingan dan mencetak satu gol via free kick ketika dikalahkan Sevilla 2-3 pada 26 September lalu.

Ketika dihajar Barcelona 5-2 kemarin dinihari (Minggu, 18/10), Bebe menyumbangkan satu assist bagi gol Javi Guerra pada menit ke-15. "aku berada di tempat yang tepat saat ini. Aku berhubungan dengan semua keluargaku. Aku menjalani awal musim yang baik dan menikmati tinggal di Madrid," tandas penyuka aktor Denzel Washington tersebut.



SUMBER: Jawa Pos, 19 Oktober 2015.