Sabtu, 25 Juni 2016

CINEMOVIES: The Legend of Tarzan; Not King of the Jungle...



(sumber gbr: superherohype.com)


TRAILER-NYA:





Era film remake, rupanya, tidak pernah mati bagi para pelaku industri film. Setelah Walt Disney memamerkan animasinya yang luar biasa lewat The Jungle Book (2016), kini giliran Warner Bros. Pictures dengan film andalannya. Distributor satu itu kembali hadir dengan salah satu film yang paling sering di-remake, The Legend of Tarzan. Demi memberikan sesuatu yang baru di film kali ini, Warner Bros. tidak lagi memfokuskan ceritanya kepada si anak hutan yang tinggal bersama kumpulan gorila.

Bertahun-tahun setelah meninggalkan hutan rumahnya, Tarzan (Alexander Skarsgård) harus menjalani kehidupan di kota setelah menikahi Jane Porter (Margot Robbie). Tarzan yang telah berubah nama menjadi John Clayton harus menjalani peran sebagai seorang bangsawan yang memiliki banyak kerabat penting.
Posisi itulah yang membuat Clayton harus kembali ke hutan sebagai utusan perdagangan. Sayangnya, rasa rindunya pada belantara justru dimanfaatkan Captain Leon Rom (Christoph Waltz), kapten Belgian yang ingin menguasai hutan. Konflik pun terjadi antara Clayton alias Tarzan dan para penghuni hutan yang merasa keberadaannya terancam. Alhasil, konflik dan perang antara gorila dan manusia tidak bisa dielakkan.

Konflik manusia-gorila membuat film itu dinilai mirip dengan King Kong (2005) jika dibandingkan dengan kisah Tarzan sendiri. Perbedaan jalan cerita dari cerita asli pada 1912 bikinan Edgar Rice Burroughs tidak terlepas dari perubahan naskah secara total oleh kedua penulis The Legend of Tarzan. "Tidak ada satu pun cerita yang berasal dari Burroughs. Semua skrip dibuat penulis kami, Craig Brewer dan Adam Cozad. Secara keseluruhan, ini merupakan kisah baru yang orisinal," jelas David Barron, sang produser, dikutip dari Collider.

Kisah tentang Tarzan seakan tidak pernah habis untuk diceritakan selama 100 tahun terakhir. Beberapa distributor bahkan pernah mengangkat kisah anak hutan tersebut dalam salah satu filmnya. Sebut saja Walt Disney yang pernah membuat versi Tarzan dalam animasi kartun pada 1999 yang berhasil meraup pendapatan hingga USD 448 juta. Tidak ayal, film The Legend of Tarzan menimbulkan pertanyaan. Apakah film itu akan sesukses film-film sebelumnya?
"Semua orang pasti merasa 'dekat' dengan karakter Tarzan. Aku yakin banyak fan base yang tidak akan melewatkan kisah Tarzan kali ini," ungkap Barron.

Sayangnya, film yang akan tayang pada 1 Juli mendatang itu diprediksi kurang mendapat antusiasme para penontonnya. Sebab, para penikmat film mulai menginginkan sesuatu yang baru dan bosan dengan film remake yang makin marak. Meski begitu, Warner Bros. menargetkan pendapatan lebih dari USD 30 juta untuk debut pertama film tersebut.
Demi mewujudkan keinginan itu, Warner Bros. tidak hanya memberikan efek yang luar biasa untuk filmnya kali ini. Mereka juga telah menyiapkan seting yang mendukung visual film. "Kami membuat dua stage untuk seting hutan. Ada beberapa sudut hutan, vegetasi, dan beberapa hal lain yang dibangun tim kami," papar Craig Brewer pada ComingSoon.
Dia mengungkapkan, salah satu alasan mereka memilih untuk membangun miniatur bila dibandingkan dengan mengambil seting asli adalah betapa sulitnya jika mereka harus mengimplementasikannya di lingkungan asli.

Overall, The Legend of Tarzan adalah film remake Tarzan yang paling serius. Mulai pemilihan cast, plot cerita, seting, hingga animasi CGI mewah. Film itu pun worth it untuk ditonton. The Legend of Tarzan akan tayang pada Juli 2016 di bioskop.


UPAYA SKARSGARD PERANI TOKOH LEGENDA.

Image Baru: Sutradara David Yates (kiri) dan Alexander Skarsgård dalam proses pembuatan film The Legend of Tarzan.(sumber gbr: silverscreenbeat.com)

Eksistensi kisah Tarzan selama bertahun-tahun memang tidak perlu diragukan lagi. Sejak Edgar Rice Burroughs menulis ceritanya pada awal abad ke-20, kisah Tarzan seolah tidak pernah habis dimakan zaman. Sosok pemuda yang tumbuh bersama para penghuni hutan itu pasti sudah tidak asing bagi setiap orang. Namun, sang pemeran utama The Legend of Tarzan (2016), Alexander Skarsgård, justru sedikit sulit melakoni tokoh yang sangat familier tersebut.
"Salah satu yang membuatku tertarik mengambil peran ini adalah skrip yang terasa sangat klasik. Meski Tarzan telah diceritakan berkali-kali, mereka mampu membuatnya menjadi sesuatu yang baru," ujar Skarsgård sebagaimana dikutip Collider.
Skarsgård mengungkapkan, perubahan cerita yang drastis membuatnya sedikit asing dengan karakter Tarzan yang bertranformasi menjadi seorang pria kota. "Aku benar-benar menyukai transformasi John Clayton. Pada beberapa saat, Anda akan melihat bagaimana dia berubah menjadi Tarzan yang dulu," tuturnya.

Demi, memerankan sosok Tarzan, Skarsgård harus berlatih beberapa hal untuk menyesuaikan diri dengan karakternya. Salah satu yang membuatnya sedikit kesulitan adalah harus berbicara dengan hewan-hewan di hutan. "Adegan itu benar-benar tricky bagiku," ungkapnya.
Bukan hanya itu, Skarsgård juga harus membentuk badannya demi memerankan sosok Tarzan yang kekar. Alhasil, dia mulai menjalani diet beberapa bulan sebelum proses produksi untuk menciptakan postur yang sempurna. "Aku suka postur dan vertically badan Alex," jelas David Yates.

Selain itu, Skarsgård memerlukan waktu untuk belajar dari sang koreografer Wayne McGregor tentang caranya berubah dari John Clayton yang terhormat menjadi Tarzan yang liar. Termasuk cara berjalan dan berbicara.


DATA FILM:

Sutradara: David Yates.
Produser: Jerry Weintraub, David Barron, Alan Riche, Tony Ludwig.
Pemain: Alexander Skarsgård, Samuel L. Jackson, Margot Robbie, Djimon Hounsou, Christoph Waltz.
Penulis: Adam Cozad, Craig Brewer.
Musik: Rupert Gregson-Williams.
Editor: Mark Day.
Sinematografi: Henry Braham.
Produksi: Village Roadshow Pictures, Jerry Weintraub Productions, Riche/Ludwig Productions, Beaglepug Productions, RatPac-Dune Entertainment.
Distributor: Warner Bros. Pictures.
Rilis: 30 Juni 2016 (Singapura); 1 Juli 2016 (AS); 6 Juli 2016 (Britania Raya).
Durasi: 110 menit.
Bujet: USD 180 juta.


TAHUKAH KAMU?


- Film ini didedikasikan untuk mendiang Jerry Weintraub, yang meninggal karena serangan jantung pada 6 Juli 2015. Karya film terakhir yang ia produseri.
- Film pertama dengan karakter Tarzan yang dirilis, setelah kesuksesan besar film animasi Tarzan bikinan Disney tahun 1999.
- Dalam adegan di hutan Afrika, Tarzan memakai atribut celana ketimbang memakai cawat kain seperti yang diceritakan di buku aslinya.
- Samuel L. Jackson sebelumnya berperan dalam film Avengers (2012), dan menjadi lawan main dari Stellan Skarsgård, ayah Alexander Skarsgård.
- Alexander Skarsgård berkata, alasan utama mengapa ia mau memerankan tokoh Tarzan adalah untuk membuat ayahnya terkesan. "Ayah saya adalah penggemar berat Tarzan. Kala saya remaja, kami memiliki kaset video film Johnny Weismuller (pemeran Tarzan pertama, Red) dan jadi awal perkenalanku dengan karakter itu. Tapi film itu sudah berusia 70 tahun berlalu dan saya pikir punyaku lebih fresh. Aku tak bermaksud untuk menandingi filmnya Weismuller tapi aku hanya ingin membuat ayahku terkesan. Dia sangat senang, melebihi saya malah."
- Henry Cavill, Tom Hardy dan Charlie Hunnam sempat dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Tarzan. Namun, karena bentrok dan sibuk dengan syuting film Batman vs Superman, Cavill yang memerankan karakter Clark Kent/Superman, batal memerankannya.



SUMBER: Jawa Pos, 24 Juni 2016; IMDb.com.