Sabtu, 26 Desember 2015

TEROPONG IPTEK: SEJARAH PERKERETA APIAN DUNIA (Bab II (Bagian Kedua))

SAMBUNGAN...



II. DEMAM KUDA BESI DI MANA-MANA (Bagian Kedua).


Sementara itu, segolongan pedagang memutuskan untuk tidak lagi menggunakan tenaga kuda penarik kereta-kereta barangnya. Mereka segera membuka jalan besi antara Manchester dan Liverpool, untuk dilalui kuda besi yang sudah mulai banyak dibuat orang di bengkelnya masing-masing.
Dan kemudian, mereka memasang iklan yang sangat menarik dan berbau akrobat.
"Akan diadakan perlombaan kuda besi yang terbaik!" teriak orang-orang mulai menyebarkan berita.
"Ini pasti akan menarik," sambut masyarakat penuh semangat untuk menyaksikan pacuan kuda besi.

Pada waktu yang ditentukan, sekitar bulan Oktober tahun 1829, hampir sepuluh ribu orang berdatangan dari seluruh pelosok untuk menyaksikan perlombaan yang agak dibesar-besarkan ini. Pengusaha-pengusaha yang menjadi sponsor lomba kuda besi menjadi sibuk. Dan George Stephenson juga ikut sibuk sebab ia pun mengikutkan kuda besinya untuk berlomba.
Jarak yang akan ditempuh kuda besi itu panjangnya sekira tiga kilometer. Tentu saja perlombaan ini sangat menarik. Satu persatu kuda besi itu melaju pada jarak yang sudah ditentukan. Dewan juri dengan sangat cermat menghitung kecepatan kuda besi yang ikut diperlombakan.
Setelah selama tiga hari perlombaan ini berlangsung, akhirnya keluarlah kuda besi yang bernama Rocket sebagai pemenang. George Stephenson sebagai penciptanya menerima hadiah sebesar 500 poundsterling. George juga yang mengemudikan kuda besinya tersebut.

Ilustrasi gambar lomba adu cepat lokomotif di Rainhill. Rocket (Paling kanan) berhasil melalui jalur besi hingga finish, mengalahkan Novelty (Tengah) dan Sans Pareil.(gbr: en.wikipedia.org)

Semenjak kemenangan itu, George Stephenson banyak mendapat perhatian dari para pengusaha yang bergerak di bidang pembuatan mesin-mesin. Pesanan mengalir dari pengusaha-pengusaha tambang baja dan besi yang meminta penyempurnaan kuda besinya.

Tahun-tahun berikutnya, George sibuk menciptakan model-model kuda besi lainnya. Pada tahun 1830, tercipta kuda besi yang diberi nama Northumbrian, yang sekilas desainnya mirip dengan Rocket.
(gbr: kingdomofnorthumbria.co.uk)



Lokomotif bernama Planet, ciptaan dari Robert Stephenson, yang merupakan anak dari George Stephenson.(gbr: alamy.com)

Tak lama, muncul pula Planet yang dirancang oleh Robert Stephenson, anak George. Dan demam kuda besi pun menyebar ke mana-mana di seluruh negeri.

Di Amerika, John Stevens dianggap sebagai Bapak Kereta Api. Ia memulai pembuatan jalan kereta api yang pertama tahun 1815. Pada jalan tersebut meluncur kereta-kereta penumpang yang dihela kuda.
John Stevens (1749 - 6 Maret 1838).(gbr: britannica.com)
Baru pada tahun 1828, perusahaan Delaware and Hudson Canal Company memesan 4 unit lok (kependekan dari lokomotif, Red), dari Inggris untuk segera berdinas di Amerika. Menggantikan kuda-kuda yang selama ini menarik kereta-kereta penumpang. Dan kemudian orang-orang Amerika sendiri menjadi sibuk pula, menciptakan kuda besi.
Kuda besi ciptaan Peter Cooper, Tom Thumb.(gbr: inventors.about.com)
Kuda besi pertama yang dibuat di Amerika adalah Tom Thumb. Yang dirancang oleh Peter Cooper dan dipesan oleh Maskapai Perusahaan Kereta Api Baltimore and Ohio, sebuah perusahaan kereta api pertama di Amerika.
Tom Thumb dibuat semata-mata hanya sebagai protipe. Karena bentukannya yang sangat kecil, orang menganggapnya seperti mainan anak-anak, ketika Tom Thumb diperkenalkan di depan umum pada bulan Agustus 1830.
"Itu adalah 'ketel teh' di atas gerbong," teriak orang yang melihat Tom Thumb melaju di atas rel.

Tapi di luar dugaan orang-orang yang menertawakannya, ternyata kendaraan yang mereka tertawakan itu melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam.
"Sungguh mengherankan," kata orang yang menyaksikan test kemudi Tom Thumb.
"Sungguh mengagumkan," sahut yang lainnya. "Tapi, walaupun benar benda itu mempunyai kekuatan. Lambat laun tidak akan mampu mengalahkan seekor kuda," kata pemilik kereta kuda dengan sedikit menantang.
"Itu masih harus dibuktikan," kata penonton yang lain.
Hampir saja Tom Thumb menimbulkan pertengkaran di antara penonton. Untunglah hal itu tak sampai terjadi, sebab Direktur Baltimore and Ohio tak sengaja menguping perdebatan mereka. Untuk membuktikan pendapat-pendapat orang yang berdebat tadi, maka segera diadakanlah lomba adu cepat antara Tom Thumb dengan seekor kuda yang menarik sebuah kereta. Perlombaan ini mendapatkan sambutan hangat dari penonton.

Seekor kuda yang gagah segera dilepas sejajar dengan jalur jalan yang dilalui Tom Thumb. Mula-mula kereta kuda tersebut melaju mendahului Tom Thumb. Akan tetapi kuda tanpa diduga Tom Thumb menyusulnya sambil tak henti-hentinya berdesis. Asap mengepul lewat cerobongnya.
Untuk beberapa saat, Tom Thumb sejajar dengan kereta kuda tersebut. Tapi sesaat kemudian Tom Thumb melaju lebih cepat. Semua penonton bersorak menyaksikan kemampuan Tom Thumb yang gesit itu.

Ilustrasi lukisan perlombaan antara Tom Thumb dan seekor kuda yang menarik kereta dengan penumpang.(gbr: fhwa.dot.gov)

Tapi sungguh sayang, ketika hampir mendekati batas kemenangan, tiba-tiba as rodanya patah. Tom Thumb terguling ambruk. Sementara kereta kuda yang tadi tertinggal di belakang masuk garis finish. Tom Thumb dinyatakan kalah.
"Tapi kita sudah mulai tahu kemampuan kuda besi tersebut," kata seorang penonton. "Kalau as rodanya tak patah, sudah pasti Tom Thumb yang akan menjadi pemenang. Siapa pun pasti tahu itu." Dan memang demikianlah pendapat semua orang.

Sejak saat itulah, Peter Cooper lebih tekun menyempurnakan kuda besinya. Ia tak ketinggalan oleh rekan-rekannya yang telah lebih dahulu menyempurnakannya di benua Eropa. Tak lama kemudian The Best Friend of Charleston, keluar dari pabrik. Tapi, kuda besi pertama yang menempuh perjalanan antara Albany dan Schenectady dan menarik kereta-kereta penumpang adalah De Witt Clinton.

Kuda besi The Best Friend of Charleston melaju di Summerville.(gbr: bestfriendofcharleston.org)
 Lokomotif De Witt Clinton pada tahun 1831.(gbr: passionlocos.e-monsite.com)

Sementara itu, Perancis dan Jerman pada tahun 1828, mulai membuka jalan kereta apinya. Dan sejak itu, demam kuda besi semakin menyebar, disertai penyempurnaan yang makin meningkat.



BERSAMBUNG...



SUMBER: BERKELANA DENGAN KUDA BESI; Penulis: Diah Ansorie. Terbitan: Djambatan, tahun 1984.