Minggu, 17 April 2016

ANIMASTER: Street Fighter V; Jalan Panjang Menuju Seri Kelima...

Sebelum Street Fighter, ada sejumlah fighting game lain. Misalnya, Yie Ar Kung-Fu buatan Konami yang masih bisa kita temukan di antara koleksi game mesin buatan Famicom 8-bit. Tapi, Street Fighter -terutama Street Fighter II- memelopori genre fighting yang kita kenal sekarang.
Konsep dua karakter berhadapan di mana setiap karakter punya health point dan serangkaian jurus yang membutuhkan kelihaian memainkan joystick atau D-pad menjadi pakem yang berlaku nyaris di semua fighting game hingga sekarang. Yang jadi berkembang hanyalah kompleksitas sistem pertarungan dan kualitas audiovisual. Belum lama ini, Capcom merilis Street Fighter V. Untuk merayakannya, mari kita menyimak perjalanan serial legendaris Street Fighter yang paralel dengan riwayat genre fighting game.


1. Street Fighter.


Muncul kali pertama di mesin arcade pada 1987. Karakter yang bisa dimainkan hanya dua, yaitu Ryu dan Ken, dua rival sekaligus sahabat yang kemampuan tarungnya sama persis. Setelah pertarungan awal antara keduanya, sang pemenang akan menjelajahi berbagai negara untuk menantang para jagoan di sana.
Ada delapan petarung lain. Semua merupakan laki-laki. Lawan terakhir adalah Sagat, ahli kickboxing asal Thailand.

2. Street Fighter II.


Sejarah yang sesungguhnya dimulai pada 1991. Sistem jurusnya lebih kompleks. Ada yang menggunakan charging. Ada juga yang menekan tombol berkali-kali. Konsep kombo berkembang, bukan oleh sistem yang disediakan produsen. Tapi, sistem itu ditemukan sendiri oleh para pemain.
Dalam Street Fighter II versi pertama, disuguhkan delapan pilihan karakter yang dapat dimainkan. Ditambah empat karakter boss yang hanya bisa ditantang. Dalam versi selanjutnya, keempat boss dapat dimainkan plus fasilitas mengadu karakter yang sama.
Jumlah versi pengembangan seri kedua ini cukup banyak. Versi pamungkas adalah Super Street Fighter II X yang memperkenalkan jurus Super Combo.

3. Street Fighter The Movie.


Popularitas Street Fighter II di seluruh dunia mendorong Hollywood untuk membuat versi layar lebarnya. Dibintangi Jean-Claude van Damme (Kolonel Guile) dan Raul Julia (Jenderal M. Bison), film Street Fighter the Movie memiliki kualitas yang sangat buruk. Tidak kalah buruknya adalah versi game dari film tersebut yang mengadopsi konsep grafis serial Mortal Kombat.

4. Street Fighter II Movie.

Untungnya, di Jepang ada film layar lebar versi anime yang kualitasnya jauuuh lebih bagus. Film Street Fighter II Movie disutradarai Gisaburo Sugii. Tokoh utama dikembalikan dari tangan Guile ke tangan duo Ryu-Ken untuk melawan Jenderal Vega. Para karakter lain tampil sebagaimana pakemnya. Anime itu juga punya versi game, tapi tidak bergenre fighting. Melainkan, interactive movie dengan sudut pandang salah satu cyborg anak buah Vega.

FILMNYA:



5. Street Fighter Zero.

(NB. Street Fighter Alpha 2 gameplay)

Sukses film Street Fighter II Movie memotivasi Capcom memproduksi Street Fighter Zero (Amerika: Street Fighter Alpha) yang grafisnya kental dengan nuansa anime. Latar waktunya adalah sebelum Street Fighter II.
Sistem pertarungan ditingkatkan secara drastis. Dalam Super Combo, kini tersedia tiga level kekuatan. Ada juga Zero Counter sebagai satu-satunya cara memotong Super Combo.

6. Street Fighter EX.

(NB. temukan video gameplay part 2 dan part 3 di kolom Related Video)

Genre fighting 3D makin populer pada 1996, terutama dimeriahkan serial Tekken milik Namco. Capcom berusaha menandinginya dengan Street Fighter EX yang dikerjakan bersama developer independen Arika. Konsep grafsnya 3D, tapi dengan sistem pertarungan tetap 2D.
Sebagian penggemar genre fighting menyukai dipertahankannya adu jurus ala Street Fighter. Sayangnya, kualitas grafis 3D-nya inferior sehingga tenggelam oleh Tekken. Meski begitu, pengalaman proyek tersebut merupakan landasan penting bagi seri-seri Street Fighter masa kini.

7. X-Men vs Street Fighter.


Konsep grafis Street Fighter Zero dikembangkan lebih lanjut untuk serial baru yang menampilkan para karakter X-Men -dan kemudian segenap dunia komik Marvel. Para karakter Street Fighter pernah secara khusus menantang para mutan dalam X-Men vs Street Fighter.
Pertarungan berupa tag team dua lawan dua, dengan jurus-jurus yang sangat meriah. Formula duel spektakuler itu berlanjut hingga Tatsunoko vs Capcom.

8. Super Puzzle Fighter II X.


Sementara itu, pertempuran para karakter Street Fighter Zero berganti medan ke genre puzzle. Dengan konsep mirip serial Puyo-Puyo-nya Sega, Ryu dkk hadir dalam wujud SD (super deformed) yang imut. Keberhasilan menghilangkan balok berarti serangan balok ke pihak lawan yang tergambar dalam jurus, yang dikeluarkan oleh karakternya.

9. Pocket Fighter.


Suka dengan para karakter SD dari Super Puzzle Fighter II X?
Capcom memboyong mereka ke Pocket Fighter. Meski kembali bergenre fighting, konsepnya berbeda dengan Street Fighter. Pemain menjalankan pertarungan dengan menekan rentetan tombol serang, tidak berfokus jurus. Setiap kombinasi serangan akan menimbulkan efek grafis yang lucu, mulai berganti kostum para karakter populer dari aneka game Capcom, hingga membalik meja ala drama komedi klasik Jepang.

10. Street Fighter III.


Nuansa pertarungan yang serius dikembalikan pada 1997. Akhirnya, Street Fighter mencapai angka ketiga. Capcom menggunakan arcade board canggih yang memungkinkan karakter berukuran besar teranimasi dengan sangat halus.
Proyek Street Fighter III mengganti nyaris semua karakter Street Fighter II, kecuali Ryu dan Ken.
Sayangnya, para wajah baru kurang sukses menandingi popularitas pendahulunya.

11. Street Fighter IV.


(NB. part 2 ada di kolom Related Video)

Setelah seri ketiga, Street Fighter vakum cukup lama. The King of Fighters milik SNK lalu pendatang baru Guilty Gear milik Arc System Works, mengisi kekosongan. Hingga akhirnya, Street Fighter IV kembali menggebrak pada 2008.
Capcom mengusung grafis 3D dengan gaya sumi-e. Visual tersebut berpadu sempurna dengan sistem pertarungan yang tetap 2D.

12. Street Fighter x Tekken.



Seri keempat segera menempatkan Street Fighter ke singgasana. Capcom lantas menggandeng Namco Bandai -produsen Tekken- untuk proyek kolaborasi. Para karakter Street Fighter diadu dengan para karakter Tekken. Konsep grafis dan permainannya mirip Street Fighter IV.
Namco Bandai juga berhak menggunakan para karakter Street Fighter dalam proyek mereka sendiri yang berjudul Tekken x Street Fighter (iya, cuman membalik judul). Yang ini konsepnya mengacu pada serial Tekken.

13. Street Fighter Puzzle Spirits.



Kangen dengan genre puzzle? Capcom punya suguhan bagi Android dan iOS. Dalam Street Fighter: Puzzle Spirits, permainan berlangsung dalam tiga lapis. Pertama, bermain ala Cand Crush di bagian bawah. Hasilnya memunculkan sederetan kartu jurus di bagian tengah. Lalu, pilihan kartu akan termanifestasi dalam pertarungan di bagian atas.

14. Street Fighter V.



Bagaimana jika konsep grafis unik Street Fighter IV dijalankan Unreal Engine IV (wikipedia | unrealengine.com), engine grafis tercanggih saat ini?
Heboh, tentu saja. Capcom membuat Street Fighter V dengan engine yang saat ini juga sedang dipakai untuk membuat Final Fantasy VII Remake dan Dragon Quest XI.

Latar cerita Street Fighter V berlangsung setelah akhir Street Fighter IV dan menjelang awal Street Fighter III. Empat karakter baru diperkenalkan, yakni Laura, ahli jujitsu gaya Brasil; Rashid, petarung dari Arab; F.A.N.G, pembunuh bayaran yang ahli racun; serta Necalli, dewa perang yang hidup abadi. Selain itu, ada selusin wajah lama yang grafisnya diperbarui agar sesuai dengan teknologi grafis yang digunakan.
Sistem pertarungan kali ini lebih mirip dengan Street Fighter Zero, yaitu dengan berbagai kegunaan V-Gauge. Ditambahkan pula teknik focus attack yang serupa dengan guard break dari seri Street Fighter EX. Oh iya, medan pertarungan kini juga memegang peranan. Para karakter bisa dihantam hingga menembus tembok seperti serial Dead or Alive. Atau terlempar masuk ke bus ketika kalah.

Ada sejumlah kritik bahwa seri kelima ini tidak banyak menampilkan pilihan karakter dan sistem pertarungan tidak terlalu drastis berubah. Sebenarnya semua itu terkait dengan kebijakan baru Capcom yang tidak akan merilis versi-versi pengembangan dalam game tersendiri seperti terdahulu. Jadi, tidak bakal ada Super Street Fighter V atau semacamnya. Sebagai gantinya, segala pengembangan -termasuk karakter baru- bisa langsung di unduh konsumen begitu tersedia. Konsumen dapat membayarnya dengan Fight Money yang diperoleh dengan sering-sering bermain. Atau dengan uang sungguhan bagi yang ingin menghemat waktu.



TAHUKAH KAMU?

Karena sejumlah alasan, ada empat karakter Street Fighter yang namanya berbeda antara versi Jepang dan versi Amerika. Capcom melakukan perubahan serupa dalam serial Darkstalkers.



Selain itu ada karakter yang bernama Nash dalam versi Jepang, yang memiliki nama lain Charlie dalam versi Amerikanya.





SUMBER: Jawa Pos, 13 April 2016.