Jumat, 05 Juni 2015

CINEMOVIES : Insidious Chapter 3; Awal Kelam Teror Dunia Gelap

RATING : 7,5 (IMDB); 5 (Rotten Tomatoes)


(flickeringmyth.com)

Teror iblis kembali mencekam. Elise Rainier (Lin Shaye), seorang cenayang ternama, tak ingin lagi menggunakan kemampuan paranormalnya. Sebab, setiap dia memanfaatkan kemampuan tersebut, muncul sesosok iblis perempuan yang berusaha membunuhnya. Namun, kedatangan Quinn Brenner (Stefanie Scott) mengubah pikiran Elise.
Quinn meminta bantuan kepada Elise untuk bisa berkomunikasi dengan ibunya yang telah meninggal. Sayangnya, Quinn justru terseret masuk ke dunia gelap atau The Further yang penuh iblis. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan jiwa Quinn adalah Elise. Mampukah Elise melawan ketakutannya dan membawa Quinn kembali ke pelukan sang ayah Sean Brenner (Darmot Mulroney)?

Tak hanya menegangkan, tapi juga mengharukan. Itulah yang diharapkan Leigh Whannell, sutradara film Insidious: Chapter 3. Ya, seri ketiga Insidious tersebut memang bukan lagi di bawah arahan sutradara James Wan. Namun, Leigh Whannell yang menggantikan posisi Wan seolah tahu cara membuat serial itu tak membosankan. Kemampuannya tak diragukan lagi. Sebab, dia telah mengantongi pengalaman sebagai penulis skenario sekaligus cameo dalam seri pertama dan kedua.
Whannell yang kali ini juga menjadi penulis skenario membikin plot cerita yang independen. Moviegoers yang belum menonton Insidious: Chapter 2 (2013) tak akan merasa bingung dengan jalan ceritanya, sebab, seri ketiganya tersebut menceritakan kisah sebelum Insidous pertama dimulai. Selain menegangkan, film itu dibumbui dengan sedikit haru-biru drama keluarga yang hangat. "Aku berusaha membangun setting dan cerita yang seakan berhubungan langsung dengan kehidupan nyata. Dengan begitu, orang-orang benar-benar merasa masuk di dalam ceritanya," ungkap Whannell.

Meski begitu, menakut-nakuti penonton adalah tujuan utama Whannell. Tanpa ragu, Whannell menambahkan beberapa elemen agar film itu terasa makin mencekam di tiap adegan. Salah satunya adalah penambahan efek suara. Whannell percaya bahwa efek suara bakal sangat memengaruhi tingkat keseraman film horor. Dia menyatakan bahwa banyak adegan dalam Insidious: Chapter 3 yang akan memacu adrenalin.
Demi mewujudkannya, Whannell menggaet pemenang kategori Best Achievement in Sound Mixing dalam Oscars 2015 untuk film Whiplash (2014), Craig Mann sebagai re-recording mixer. "Khusus untuk jenis film horor seperti ini, suara berperan penting dalam ketakutan. Jadi, aku suka memasukkan cerita dalam setiap suara," ujar Whannell dalam Post Magazine.

Whannell memang sangat teliti dalam menggarap debut pertamanya sebagai sutradara prekuel Insidous tersebut. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah dialog. Lin Shaye selaku main role merasakan sendiri ketelitian Whannell. Dalam beberapa scene, Shaye harus rela mengulang take hingga beberapa kali. Meski begitu, dia tetap mengagumi sutradara tersebut. "Whannell memang sangat teliti dalam pemilihan kata dan tak ingin perbedaan kata mengakibatkan perbedaan arti," tutur Shaye dalam situs Dread Central.

Kesan mencekam dalam Insidious: Chapter 3 juga diakui pemeran Quinn, Stefanie Scott. Gadis penggemar berat prekuel Insidous itu memuji kehebatan Whannell. "Rasanya sangat menegangkan meski aku tahu jelas apa yang selanjutnya terjadi. Whannell memiliki cara sendiri untuk menakut-nakuti. Dengan penambahan efek suara dan lainnya, seluruh scene terasa sangat menakutkan," kata dia dalam Dread Central.



RASAKAN LANGSUNG MENCEKAMNYA THE FURTHER.

(redcarpetcrash.com)
Penonton seolah dibuat penasaran tentang rasanya masuk ke dunia gelap atau The Further seperti yang dirasakan Elise Reiner. Karena itulah, 2 bulan sebelum Insidious: Chapter 3 rilis, Blumhouse selaku production company membuat Insidious: Into the Further 4D Experience. Wahana menegangkan itu sudah berhasil mengejutkan pengunjung di berbagai kota di Amerika Serikat.

Tampilan dalam wahana Insidious: Into the Further 4D Experience.(fangoria.com)
Wahana temporer itu dibangun dalam 2 truk trailer. Para pengunjung yang masuk akan merasakan sensasi berpetualang di The Further yang mencekam. Menariknya lagi, efek 4D dalam wahan tersebut makin membuat ketegangan terasa nyata.
Begitu memasuki Insidious: Into the Further 4D Experience, pengunjung akan disambut set tempat yang sangat mirip dengan The Further. Pengunjung harus mencari jalan masuk ke ruang 4D. Selama menyusuri lorong gelap tersebut, suasana mencekam bakal terasa lewat berbagai kejutan menyeramkan. Misalnya, pintu yang terbuka dan tertutup sendiri atau iblis yang tiba-tiba muncul.

Setelah menemukan ruang 4D, pengunjung harus duduk pada sebuah kursi sambil memakai headset dan Google glass. Di situlah kecanggihan dimulai. Lewat teknologi tersebut, pengunjung seolah melihat Elise Reiner benar-benar ada dihadapannya. Suasana makin menegangkan karena kursi ikut bergetar dan menyemprotkan air. Ditambah aroma-aroma khas yang membuat bulu kuduk berdiri.

Leigh Whannell, sutradara Insidious: Chapter 3, menjelaskan bahwa The Further adalah tempat yang sangat luar biasa. "Kalau berada di The Further dan bertahan, otomatis kita bakal kehilangan tubuh kita," ujar Whannell dikutip dari Popsugar.


DATA FILM :

Sutradara : Leigh Whannell.
Produser : James Wan, Jasom Blum, Oren Peli.
Penulis : Leigh Whannell.
Pemain : Dermot Mulroney, Stefanie Scott, Lin Shaye, Tate Berney, Angus Sampson, Leigh Whannell (Specs).
Musik : Joseph Bishara.
Sinematografer : Brian Pearson.
Distributor : Focus Features.
Produksi : Blumhouse Production.
Tanggal rilis : 5 Juni 2015 (USA).
Durasi : 97 menit.
Bujet : USD 5 juta.



Tahukah Kamu ???

- James Wan tidak lagi menyutradarai prekuel Insidious: Chapter 3 karena jadwal syuting dan produksinya bertabrakan dengan jadwal syuting Furious 7 (2015) yang disutradarainya.

- Dalam trailer film yang dirilis Maret 2015, terdapat lagu Afraid of Nothing milik Sharon Van Etten. Ternyata para filmmaker menggunakan lagu tersebut tanpa izin Van Etten. Ketika mengetahuinya, Van Etten meminta royalti atas lagunya itu.

- Sedikit bocoran, prekuel ke-4 Insidious Saga bakal menceritakan kisah antara Insidious: Chapter 3 (2015) dan Insidious (2010).



SUMBER : Jawa Pos, 5 Juni 2015