Kamis, 04 Juni 2015

CINEMOVIES : SAN ANDREAS; Gempa Besar Hantam Kalifornia

RATING : 6,5 (IMDB); 5,2 (Rotten Tomatoes)


(en.wikipedia.org)

Nyaris seluruh daratan Kalifornia hancur. Gempa besar berkekuatan 9,6 SR berhasil meruntuhkan berbagai bangunan besar dan membelah jalanan negara bagian Amerika Serikat tersebut. Penduduk Kalifornia bingung mencari tempat yang aman ditinggali. Begitu pula Ray (Dwayne Johnson), seorang pilot di departemen penyelamat bencana alam Los Angeles.
Di antara kekacauan itu, Ray harus berjuang menyelamatkan mantan istrinya di Los Angeles. Tak berhenti sampai di situ, dia juga harus melakukan perjalanan ke San Fransisko untuk mencari dan menyelamatkan anak tunggalnya, Blake (Alexandra Daddario).

Sementara itu, gempa dan bencana lain makin tak terkendali. Mampukah Ray selamat dari bencana tersebut dan mempertahankan keluarganya?

Peristiwa dalam film San Andreas itu memang mengingatkan kita terhadap gempa Nepal pada April lalu. Karena itulah, Brad Peyton selaku sutradara San Andreas ingin mengampanyekan bahaya gempa lewat film tersebut. Dia berusaha membuat film itu terasa nyata bagi penonton. "Aku merasa sensitif dengan orang-orang yang mengalami insiden gempa. Film ini berguna untuk mengedukasi penonton," ujarnya dikutip dari National Post.
Peyton pun membuat tiap scene-nya dengan totalitas tinggi. Meski memiliki bujet yang banyak, dia tidak ingin terlalu banyak memaki efek CGI. Beberapa adegan dia buat melalui set yang benar-benar dibangun. Misalnya, saat adegan tsunami. Peyton bersama 200 kru dan satu tim insinyur membuat sebuah simulasi tsunami dengan tangki raksasa. Tangki tersebut berukuran 1.207,7 m² yang berisi 34.068,7 liter air.
Air akan dikontrol keluar sehingga debit air berukuran besar bakal muncul menghantam benda-benda di depannya. Persis seperti ketika tsunami terjadi. Bukan hanya itu, Peyton juga membikin 3 set replika bangunan yang bertumpu pada 4 hidrolis landai. Dengan set tersebut, dihasilkan scene gedung yang tenggelam karena tsunami.

Setelah itu, Peyton menurunkan 200 kru yang memegang 3 kamera khusus untuk mengambil scene bawah air. Mereka harus menyelam di dalam tangki tersebut dengan peralatan menyelam selama 2 minggu. "Metode pengarahan ini bermaksud untuk membuat lingkungan sehingga setiap orang bisa merasakan situasi yang sesungguhnya," ungkap Peyton dikutip dari LA Times.

Bukan hanya Peyton, sang aktor utama Dwayne Johnson juga tak kalah total. Demi perannya sebagai Ray, dia harus menjalani training khusus dengan tim SAR Australia. Di sana Johnson diajarkan untuk turun dari helikopter menggunakan tali. Meski training-nya terasa susah, apalagi postur tubuhnya yang sangat besar, Johnson tak pernah menyerah.
Bahkan, Peyton yang telah 3 kali berkolaborasi dengan Johnson dalam berbagai film memuji aktor tersebut. "Kadang, ketika kamu menantang aktormu, mereka akan menciut. Namun, Dwayne justru sebaliknya," kata Peyton.

Aktor yang memiliki sebutan The Rock itu memang tampak punya chemistry yang kuat sebagai Ray. Ternyata, saat masih kanak-kanak, dia pernah merasakan ketegangan badai di rumahnya di Miami, Florida. Ketika itu Johnson dan seluruh keluarganya langsung berkumpul di bathub untuk menyelamatkan diri. Karena itu, ketika dia bermain dalam San Andreas saat gempa Napal melanda, hatinya sangat tersentuh."Doa akan selalu mengalir kepada warga Nepal dan siapa pun yang terkena dampak dari bencana alam," tandasnya dikutip dari People.



Keanehan Fiksi San Andreas.

Patahan San Andreas yang ada dalam film berbeda dengan aslinya.(teaser-trailer.com)

Gambaran gempa dahsyat dalam film San Andreas memang terinspirasi oleh patahan San Andreas yang betul-betul ada di Kalifornia, AS. Mungkin karena itulah, film tersebut sempat menuai kritik dari ahli gempa mengenai gambaran bencana yang kurang sesuai.

Susan Hough, peneliti US Geological Survey, mengungkapkan pendapatnya dalam screening ilmiahnya. Pertama, menurut Hough penampilan visual patahan San Andreas dalam film tersebut dinilai tak mungkin bisa mengakibatkan gempa 9 SR atau lebih. Sebab, patahan dalam film itu kurang panjang dan dalam. Faktanya, patahan San Andreas dengan ukuran sesungguhnya "hanya" pernah mengakibatkan gempa 7,8 SR di San Fransisko pada 1906.
Selain itu, Kerusakan yang ditimbulkan gempa dalam film San Andreas dirasa masih kurang heboh. Menurut Hough, gempa berkekuatan 7,8 SR saja bisa membuat 1.800 korban meninggal dan 50.000 korban luka-luka. Secara fakta ilmiah, kehancuran pada film San Andreas seharusnya disebabkan gempa berkekuatan 8,3 SR, bukan lebih dari 9 SR.

"Kami berharap itu semudah seperti yang ditampilkan di film. Tapi, kenyataanya tidak," ungkap Hough. Tom Jordan, direktur Southern California Earthquake Center yang juga konsultan science film San Andreas, menuturkan bahwa film tersebut dibuat realistis dengan sentuhan fiksi yang bisa mengingatkan penonton untuk lebih waspada terhadap gempa. "Ini adalah Hollywood. Selama orang beranggapan ini tak nyata, ya tak ada masalah," tandas Jordan dalam Variety.


DATA FILM

Sutradara : Brad Peyton.
Produser : Beau Flynn, Hiram Garcia, Tripp Vinson.
Penulis Skenario : Carlton Cuse.
Penulis Cerita : Andre Fabrizio, Jeremy Passmore.
Pemain : Dwayne Johnson, Carla Gugino, Alexandra Daddario, Ioan Gruffudd, Archie Panjabi, Paul Giamatti, Kylie Minogue.
Musik : Andrew Lockington.
Sinematografi : Steve Yedlin.
Editor : Bob Ducsay.


Tahukah Kalian ?

- Dwayne Johnson pecahkan The Guinness Book of World Record sebagai The Most Self-Portrait Photographs Taken in 3 Minutes. Setelah membuat selfie sebanyak 105 kali dalam 3 menit sesaat setelah premiere San Andreas di London.

- Setelah gempa melanda Nepal pada April lalu, marketing film San Andreas mengganti materi promosinya. Dalam iklan terbaru San Andreas, dimasukkan beberapa informasi tentang cara menyelamatkan korban gempa dan apa yang harus dilakukan saat gempa benar-benar terjadi seperti di film tersebut. Iklan itu terhubung dengan website prepareandhelp.com.

- Meskipun memerankan karakter ayah dan anak, sesungguhnya Dwayne Johnson dan Alexandra Daddario hanya berbeda usia 13 tahun.

- Dwayne Johnson dan Brad Peyton rencananya bekerja sama lagi dalam sekuel Journey 3 : From The Earth to The Moon.

- Film itu merupakan film ketiga kolaborasi Dwayne Johnson dan Carla Gugino. Sebelumnya, mereka sama-sama bermain dalam film Race to Witch Mountain (2009) dan Faster (2010).


SUMBER : Jawa Pos, 29 Mei 2015